Coban Parang Tejo, The Hidden Gem Di Lereng Gunung Buthak Malang

Coban Parang Tejo, The Hidden Gem Di Lereng Gunung Buthak Malang

  • Bagikan
Coban Parang Tejo terletak di, Princi, Dau, sebagai salah satu 'hidden gem' di Malang/tugu jatim
Coban Parang Tejo terletak di, Princi, Dau, sebagai salah satu 'hidden gem' di Malang. (Foto: Dokumen pribadi Auliya Rahma Maziidah)

MALANG, Tugujatim.id – Bagi para pecinta alam, selain menyukai gunung biasanya juga memiliki ketertarikan dengan air terjun. Karena memang pada beberapa tempat, air terjun berada pada ketinggian tertentu atau bahkan ada di sekitar gunung.

Nah, untuk para pecinta wisata alam kini ada tempat yang sangat asyik untuk dikunjungi, yaitu Coban Parang Tejo. Air terjun ini, terletak di desa Princi, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, tepatnya di lereng gunung Buthak.

Menariknya, apabila berkunjung ke wisata ini, tidak hanya menikmati “coban” yang indah. Tetapi juga perjalanan menuju lokasi menyambut kita dengan pepohonan yang rindang serta gunung yang hijau menjulang. Sungguh sangat memanjakan mata.

Dengan pemandangan yang indah ini, jalanan berkelok-kelok sepanjang 14 kilometer dari Kota Malang ke lokasi sama sekali tidak terasa. Bahkan tak hanya pemadangannya yang indah, penduduk di sana juga ramah-ramah. Beberapa kali kami bertanya pada warga letak coban ini, dan mereka dengan senang hati manawarkan kami untuk mampir ke rumah mereka untuk sekedar beristirahat sejenak.

Kemudian, apabila telah sampai di pintu masuk coban, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer. Medan yang dilalui sangat cocok untuk pendaki tingkat pemula, karena cukup tinggi namuntidak terlalu curam. Adapun, biaya tiket yang harus dibayar hanya Rp. 15.000.

Didepan air terjun, kami dapat menikmati derasnya air yang menghujani bebatuan. Posisi coban berada di pojok dengan bebatuan dan pohon tinggi meneduhkan para pengunjungnya. Lokasinya terkesan private, pasti membuat pengunjung merasa nyaman berlama-lama.

Hanya saja, karena sedang diberlakukan PPKM, pengunjung yang datang tidak banyak dan diharuskan bergantian. Saat akan kembali kembali kami disuguhi “pemandangan negeri di atas awan”, yang memberatkan hati untuk bergegas pulang.

  • Bagikan