Dangdutan saat Deklarasi Tim Kampanye, Bupati Malang Sanusi Dikritik Warganet

  • Bagikan
Bupati Malang Sanusi menggelar acara menyanyi dangdut saat deklarasi tim pemenangan Rabu (5/8/2020) malam. (Foto: akun Facebook Kharisma Rea Reo)

MALANG – Deklarasi tim kampanye Sanusi-Didik (SanDi) di Rumah Makan Bojana Puri, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu malam (05/07/2020) dikritik keras oleh warganet. Bukannya memberi contoh bagi masyarakat di masa pandemi, acara tersebut justru digeber dengan acara dangdutan.

Kritik tersebut salah satunya dilontarkan di media sosial Facebook oleh akun Kharisma Rea Reo yang mengkritisi jalannya deklarasi. Dalam postingan yang diunggah pada Kamis (06/07/2020) pukul 08.00 WIB tersebut ia menulis:

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Suatu hari ada percakapan…

Wong tani : Pak saya mau ijin hajatan plus hiburan…

Bpk2 kita  : Boleh, asal gak pake terop,sound kecil2 aja, undangan yg hadir dibatasi,kalau hiburan positif ga boleh…

Wong tani : Enggeh sendiko dawuh pak…

Pada kenyataannya…👏👏👏👏”

Tangkapan layar percakapan warganet mengkritik kampanye bupati Malang petahana, Sanusi. (Foto: tangkapan layar akun Facebook Kharisma Rea Reo)

Dalam caption tersebut, Kharisma mengkritik jalannya deklarasi yang menggunakan dekorasi mewah, sound system besar, peserta yang padat dan adanya hiburan organ tunggal lengkap dengan biduannya.

Padahal, menurutnya, sejak pandemi COVID-19 ini masyarakat yang hendak menyelenggarakan pernikahan tidak diijinkan melakukan pesta resepsi besar-besaran.

Sontak, postingan ini menjadi viral di dengan di lingkup Kabupaten Malang dengan berbagai komentar. Sampai berita ini diangkat, sudah ada puluhan komentar dan 26 kali di share.

Namun, kebanyakan komentar justru menyudutkan bakal calon Bupati Malang petahana, Muhammad Sanusi.

Seperti yang diungkapkan Shandra Pratika yang memberikan komentar cukup pedas. “Seng penting sek iso nyanyi bupatine (yang penting masih bisa menyanyi bupatinya),” tulisnya sambil diikuti stiker menari.

Ada juga komentar dari akun Widyaram yang menyebut Bupati luar biasa. “Pak Bupati jan WAR BIASAH (Pak Bupati benar-benar luar biasah),” tulisnya sambil memberikan emoticon tepuk tangan 4 kaki.

Komentar paling menohok adalah dari akun Sugeng Tape yang mengatakan jika tidak akan memilih Sanusi dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Peraturan gendengggg.. Ojo lali bln desember podo golput wae.. (peraturan gila. Jangan lupa bulan Desember golput saja),” tegasnya.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan