Debat Kandidat Calon Ketum PMII Tuban, 4 Calon Saling Adu Gagasan

  • Bagikan
Dr. Miftahul Huda, salah satu panelis pada Debat Kandidat Calon Ketum PMII Cabang Tuban yang digelar di Aula KH Hasyim Asy'ari, Kampus IAINU Tuban, Minggu (13/6/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Dr. Miftahul Huda, salah satu panelis pada Debat Kandidat Calon Ketum PMII Cabang Tuban yang digelar di Aula KH Hasyim Asy'ari, Kampus IAINU Tuban, Minggu (13/6/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Empat orang calon ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban saling beradu gagasan pada ajang Debat Kandidat Calon Ketua Umum PMII Tuban di Aula KH Hasyim Asy’ari, Kampus IAINU Tuban, Minggu (13/6/2021). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi para kontestan untuk beradu argumentasi terkait visi dan misi yang bakal mereka usung ke depannya jika mereka terpilih.

Empat kandidat tersebut di antaranya yakni M. Arif Rifiudin, Khoirukum Mimmu’aini, Ro’ichatul Inayah, dan yang terakhir yakni Abdur Rohim.

Adapun materi debat yang harus disampaikan para kandidat tersebut yakni Ideologi PMII, Konsep Kaderisasi PMII, dan Konsep Gerakan PMII

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari Konferensi Cabang PMII ke XVIII yang akan diadakan 03-04 Juli 2021 di MWCNU Soko mendatang.

Ketua panitia Konfercab PMII Tuban, Said Efendi Pradana menuturkan, Debat Kandidat Calon Ketua Cabang PMII Tuban ini diselenggarakan untuk memperkenalkan visi misi, konsep kaderisasi, konsep gerakan, dan idiologi kepada kader.

Salah satu calon ketua umum PMII Tuban, Khoirukum Mimmu'aini saat memaparkan visa dan misinya di hadapan para peserta. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Salah satu calon ketua umum PMII Tuban, Khoirukum Mimmu’aini saat memaparkan visa dan misinya di hadapan para peserta. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

“Untuk mengenalkan visi-misi kandidat kepada kader di komisariat maupun rayon. Kita ingin membedah visi-misi kandidat sekaligus mengetahui konsep kaderisasi, gerakan, dan ideologi yang digagas oleh calon kandidat yang nantinya akan diimplementasikan dalam memimpin Organisasi Banom NU tersebut,” ujar Said.

Sementara itu, Ketua PC PMII Tuban M. Chanif Muayyad menuturkan, Konfercab PMII sebaiknya tak dipahami sebagai kompetisi. Sebab, dalam sebuah kompetisi terdapat bahasa menang dan kalah. Sementara pada perhelatan Konfetcab PMII tidak ada yang menang atau kalah. Di mana seluruh kandidat adalah kader-kader terbaik PMII yang mencoba mengabdikan dirinya untuk organisasi, agama, dan negara.

Chanif, sapaan akrabnya, lebih sepakat jika perhelatan Kongres PMII ini dipahami sebagai friendly match atau pertandingan persahabatan. Meski ada konsukuensi yang harus diterima, namun kandidat tetap bersahabat dan bersaudara.

“Kebetulan friendly match kali ini diisi oleh kader-kader terbaik PMII dari berbagai komisariat untuk saling berkolaborasi dan mengelaborasi segala hal demi kemajuan organisasi,” ucap Chanif di hadapan ratusan kader yang hadir.

Adapaun panelis yang telah ditunjuk oleh Badan Pekerja Konfercab antara lain yakni Zito Warsito yang membidangi tentang konsep gerakan; Dr. Miftahul Huda, yang membidangi tentang konsep kaderisasi; M. Ainul Yaqin membidangi tentang idiologi. Di mana ketiganya juga pernah menjabat sebagai pimpinan organisasi tersebut.

  • Bagikan