SIDOARJO, Tugujatimd.id – Upaya pencarian dan evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih berlangsung intens hingga Selasa malam (30/09/2025). Terbaru, tim SAR menangkap sinyal enam santri hidup di bawah reruntuhan.
Tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti, memburu waktu emas (golden time) untuk menyelamatkan para santri yang masih tertimbun.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sangat menantang. Meski demikian, sejumlah tanda kehidupan berhasil terdeteksi dari balik reruntuhan.
“Melalui alat set-cam, kami melihat respons dari beberapa korban yang menggerakkan kakinya. Dari pantauan, ada enam orang yang masih menunjukkan tanda-tanda hidup,” kata Nanang Sigit.
Salah satu korban, seorang santri berinisial HKL, bahkan masih bisa berkomunikasi langsung dengan tim penyelamat. Dia sempat diberi suplai oksigen, air minum, serta makanan untuk menambah daya tahannya.
“HKL dalam kondisi sadar dan bisa berbicara. Hanya saja, posisinya terjepit beton di bagian pinggang sehingga belum bisa dievakuasi,” jelas Nanang.
Petugas Kejar Golden Time Selamatkan Korban
Menurut dia, golden time penyelamatan korban reruntuhan umumnya hanya tiga hari, terutama jika mereka tidak mendapat makanan atau minuman. Namun, dengan suplai tambahan yang diberikan, peluang bertahan hidup korban bisa lebih lama.
Karena masih ada indikasi korban hidup, penggunaan alat berat untuk mengangkat puing bangunan belum direkomendasikan.
“Risikonya terlalu tinggi. Struktur reruntuhan bisa bergeser dan justru membahayakan korban maupun tim,” tegasnya.
Saat ini, proses evakuasi dilakukan 24 jam penuh dengan sistem kerja bergantian setiap tiga jam. Operasi melibatkan tim khusus dari Kantor SAR Surabaya yang diperkuat personel dari SAR Semarang, Yogyakarta, BPBD, damkar, tenaga medis, hingga relawan.
“Fokus kami adalah menembus akses dari bawah reruntuhan. Malam ini tim masih berupaya membuka jalur baru agar bisa menjangkau korban,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih berkejaran dengan waktu, berusaha menyelamatkan santri-santri yang masih terperangkap di balik reruntuhan musala tiga lantai tersebut.
Diberitakan sebelumnya, suasana haru dan panik menyelimuti Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo usai bangunan musala dalam kompleks pesantren itu ambruk pada Senin sore (29/09/2025). Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sesaat setelah jemaah santri menunaikan salat Asar.
Musala yang sedang dalam tahap pembangunan lantai tiga dalam kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, itu runtuh saat proses pengecoran berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








