MADIUN, Tugujatim.id – Program-program peningkatan produktifitas sektor pertanian belum begitu dirasakan para petani di Kabupaten Madiun. Mulai dari antisipasi kelangkaan pupuk, sampai ancaman gagal panen. Hal itu menyulut DPRD Kabupaten Madiun untuk memanggil instansi terkait.
“Salah satu koncern kami memang di bidang pertanian, sebab sektor pertanian jadi salah satu andalan Kabupaten Madiun,’’ ungkap Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono.
Menurut Fery, bicara pertanian berarti membahas nasib puluhan ribu petani di Kampung Pesilat. Sehingga, semua persoalan terkait bidang tersebut harus mendapatkan solusi. Sehingga, kesejahteraan petani di tengah gempuran tantangan ekonomi bisa terselesaikan.
“Masalah tentang kelangkaan pupuk, ancaman gagal panen, dan pemasaran ini jadi pekerjaan rumah bersama yang dihadapi,’’ tegas Fery.
Berkaitan hal tersebut, pihaknya meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi untuk menyiapkan langkah-langkah program. Misalnya, untuk mengantisipasi gagal panen yang sempat terjadi di musim panen sebelumnya.
“Serangan hama menjadi salah satu faktor penyebab gagal panen padi, dinas pertanian harusnya bisa memprediksi itu dan mengantisipasinya,’’ ungkap Fery.
Dia memerinci, pada musim tanam sebelumnya lebih dari 50 hektare lahan padi terserang wereng dan berdampak langsung pada anjloknya hasil panen.
“Petani mengalami penurunan hasil panen yang signifikan,” imbuh Ketua DPRD Kabupaten Madiun itu.
Fery mengatakan, dari sisi penganggaran pihaknya sudah mengarahkan eksekutif untuk memprioritaskan alokasikan anggaran ke bidang pertanian. Penganggaran tersebut diusulkan untuk dilaksanakan saat perubahan anggaran.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sodik Purnomo mengaku sudah memiliki database permasalahan bidang pertanian. Mulai hulu hingga hilir. Dia menambahkan, telah menyiapkan opsi-opsti untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Insyallah kami siapkan langkah antisipasi untuk menghadapi masalah-masalah pertanian tersebut,’’ pungkasnya. (Adv)