• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Joko Santoso. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

dr Wino Vrieda SpM, konsultan Spesialis Mata RSSA Malang, yang memaparkan diagnosis warga Malang Joko Santoso.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Diagnosis Buta usai Vaksin, Medis Sebut Warga Malang Bernama Joko Santoso Alami Peradangan Syaraf Mata

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Usai menjalani vaksinasi Covid-19 jenis AstraZeneca pada Jumat (03/09/2021), Joko Santoso, 38, warga Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mengalami kehilangan penglihatannya. Setelah 3 bulan, hasil diagnosis medis menyimpulkan Joko mengalami gangguan penglihatan akibat peradangan syaraf mata.

dr Wino Vrieda SpM, Konsultan Spesialis Mata RSSA Malang, menjelaskan, Joko Santoso telah menjalani perawatan setelah mengeluhkan gangguan penglihatan. Dia menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sekmen antetior, pasterior, hingga pemeriksaan syaraf untuk menilai struktur anatomi syaraf mata dan pembuluh darah.

You might also like

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

17/06/2026 11:17 PM
IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

17/06/2026 10:58 PM

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan didapatkan diagnosis terjadinya peradangan syaraf mata pada pasien,” ujarnya pada Selasa (07/12/2021).

Menurut dia, peradangan syaraf mata bisa disebabkan beberapa hal. Penyebab paling banyak yakni akibat idiofatic atau penyebab yang tidak bisa diketahui.

“Selain itu, juga bisa disebabkan karena proses inflamasi, proses peradangan, infeksi atau penyebab lain yang akhirnya menurunkan fungsi mata dan secara anatomi mengubah struktur syaraf mata,” ucapnya.

Untuk memastikan Joko Santoso mengalami peradangan syaraf mata, pihaknya mengatakan memang masih perlu dilakukan pemeriksaan secara lengkap.

Joko Santoso. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Tim dokter Mata RSSA Malang yang memaparkan diagnosis warga Malang Joko Santoso.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dia juga mengatakan, gangguan penglihatan Joko terjadi akibat bukan vaksin maupun bukan peradangan syaraf mata, maka bisa disebut coinsidence atau kondisi dapatan akibat suatu kondisi lain.

Namun, dr Wino juga memastikan bahwa peradangan syaraf mata pada umumnya bisa dipulihkan. Tapi, pasien harus menjalani perawatan dan evaluasi secara berkala.

“Evaluasi bisa hingga 6 bulan atau bahkan sampai 1 tahun secara berkala tetap perlu dilakukan,” tuturnya.

Untuk kondisi Joko saat ini disebutkan telah menunjukkan perbaikan penglihatan yang baik. Meski masih ada gangguan susah membedakan warna benda yang dilihat atau buta warna.

“Fungsi penglihatannya sudah cukup baik, bisa dibilang hampir normal. Untuk penglihatan warna, keluhan pasien masih ada gangguan membedakan warna. Tapi, gangguan membedakan warna ini memang sering terjadi pada kasus peradangan syaraf,” jelasnya.

Dia mengatakan, Joko masih menjalani perawatan selama 3 bulan usai mengalami kebutaan. Jadi, masih ada waktu untuk pemulihan karena pada umumnya kondisi ini bisa pulih dalam waktu 6 bulan.

“Kalau saat ini penglihatan sudah lebih dari 90 persen, dan ini sangat kami harapkan bisa dipertahankan. Pemeriksaan terakhir tanggal 26 November 2021,” ujarnya.

 

Tags: Buta Usai DivaksinButa usai vaksin di Kota MalangJoko SantosoKota MalangWarga Buta Usai VaksinWarga Kota Malang alami kebutaanWarga Malang buta
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 11:17 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengklaim telah meneruskan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi #IndonesiaGawatDarurat pada 15 Juni 2026...

IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 10:58 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Mohamad Mahrus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya periode 2026-2029...

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Next Post
Erupsi Gunung Semeru. (Foto: Bayu Eka Novanta/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kisah Korban Erupsi Gunung Semeru di Lumajang Trauma Kembali ke Rumah, Pilih Pasrah Direlokasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID