SURABAYA, Tugujatim.id – Gerakan Peradaban Indonesia (GPI) menggelar acara sebagai bentuk memperkuat nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (14/1/2023).
Acara tersebut dikemas dengan dialog kebangsaan bertema “Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa”. Dialog kebangsaan ini termasuk dalam rangkaian acara yang diadakan GPI menuju Sumpah Peradaban yang akan dilaksanakan pada pertengahan 2023 nanti.
Dalam kesempatan itu, beberapa tokoh hadir, seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD; Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubowono X; Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi; Penyair Sastra, Zamawi Imron, dan beberapa tokoh lain.

Dalam kegiatan itu, Mahfud MD menyampaikan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila. “Beberapa tahun lalu banyak sekali perpecahan yang terjadi akibat adu domba, saling menhujat antar masyarakat, banyak dari kita menjadi korban akibat perpecahaan yang terjadi,” paparnya.
“Kini, di tahun 2023 ini, kita kembalikan pedoman hidup kita kepada nilai-nilai Pancasila seperti tahun 1945 pasca proklamasi. Pancasila ini sudah banyak memuat pandangan hidup dari isi atau sila-silanya. Banyak terkandung di dalamnya tata cara kehidupan berbangsa dan bertanah air,” imbuhnya.
Mahfud MD berharap persatuan masyarakat Indonesia bisa meningkat. “Kita lihat bagaimana persatuan dan kesatuan masyarakat Yogyakarta dengan pemimpinnya yang bersahaja bisa menciptakan suatu kerukunan. Dulu negara Indonesia ini banyak dikelilingi raja-raja, sultan, maupun kerajaan. Namun pada tahun 1945, mereka semua menjadi satu yang namanya Indonesia. Ini yang harus bisa tiru bagaimana kuatnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Ketua Harian DPP GPI, Effendy Pudjihartono berharap dengan adanya Sumpah Peradaban nanti, semua masyarakat bisa bersatu dalam satu tekad.
“Kita sebagai seluruh komponen bangsa harus bersatu dalan tekad bersama membawa Indonesia Emas tahun 2025. Jadi kita harus melupakan semua perbedaan, pertikaian, ketidak sepahaman. Marilah kita bersama-sama memikirkan kita bukan lagi aku dan kamu, tapi kita seperti apa yang disampaikan narasumber tadi,” pesannya.
Di samping itu, meski persiapan dialog kebangsaan ini berlangsung singkat, namun hasilnya luar biasa. “Karena dua tokoh nasional Prof Mahfud MD dan Sri Sultan Hamengkubowo berkenan hadir,” pungkasnya.







