SURABAYA, Tugujatim.id – Perempuan yang memakai jilbab dan membawa pisau masuk gereja di Surabaya diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Tidak diketahui secara pasti bagaimana perempuan misterius tersebut bisa masuk ke gereja saat para jemaat melakukan misa, Rabu pagi (20/11/2024).
Dalam sebuah unggahan video yang diposting oleh akun Instagram @lyana.lukito, perempuan yang memakai gamis itu terlihat sedang diinterogasi oleh para jemaat gereja.
“Oh jatuh toh?” kata perempuan itu sambil clingak-clinguk saat pisau yang dibawanya jatuh.
Baca Juga: Jelang Periode Nataru 2025, Daop 8 Surabaya Pastikan Jalur Kereta Api Aman Dilalui
Pisau tersebut telah ambil dan diamankan oleh jemaat. Dia mengaku tujuannya ke gereja di Surabaya ini karena diperintahkan oleh seseorang. Jika tidak menuruti kemauannya, dia diancam akan ditusuk menggunakan pisau.
“Katanya kalau nggak mau saya akan ditusuk,” ucapnya.
Untuk diketahui, perempuan tersebut berasal dari Madura dan mengatakan jika mengetahui alamat Gereja St Stefanus karena diberi tahu oleh seseorang.
“Iya (dari Madura). Dari seseorang (alamat gereja disuruh ke sini bawa pisau),” tuturnya.
Di depan para jemaat dan pengurus gereja di Surabaya, dia menyebut-nyebut nama Bunda Maria dan anaknya.
“Itu Bunda Marianya punya anak kan? Bunda Marianya bawa anak?” ujarnya.
Perempuan tersebut lantas bertanya apakah dia boleh ke arah mimbar sambil menunjukkan tangan.
“Saya boleh ke situ ta?” tanyanya.
Baca Juga: Silaturahmi Bareng Suporter, Manajemen PS Mojokerto Putra Beber Persiapan Liga 4 Jawa Timur
Pengurus dan jemaat gereja pun sigap melarangnya. Perempuan yang diduga ODGJ itu pun lantas menyodorkan pertanyaan lagi.
“Tadi kan gitu, mana kitabnya?” katanya.
Sebelumnya diketahui jika Kapolsek Lakarsantri Kompol M. Akhyar mengatakan, perempuan tanpa identitas itu telah diamankan dan diperiksa kejiwaannya di RS Menur Surabaya.
“Diperiksakan kejiwaannya,” kata M. Akhyar saat dihubungi Tugujatim.id, Rabu (20/11/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








