Dies Natalis Ke-36 Smada, Bupati Trenggalek Gus Ipin Mengajak Para Siswa Berdonasi Tanaman Bambu

  • Bagikan
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menghadiri Dies Natalis ke-36 Smada. (Foto: Zamzuri/Tugu Jatim)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menghadiri Dies Natalis ke-36 Smada. (Foto: Zamzuri/Tugu Jatim)

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Mewujudkan Kabupaten Trenggalek menjadi kota yang lebih hijau sebagaimana Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, hal tersebut sebagai penunjang Trenggalek menuju sustainable city pada 2030.

“Mari kita bersama-sama saling bahu-membahu untuk mewujudkan mimpi Kabupaten Trenggalek menjadi kota yang lebih hijau,” ujar Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dalam sambutannya saat menghadiri acara Dies Natalis ke-36 SMA Negeri 2 Trenggalek (Smada) pada Sabtu (20/03/2021).

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Kami sedang mendorong 3 pilar selain ekonomi dan sumber daya manusia (SDM), yang ketiga adalah mewujudkan Kabupaten Trenggalek menjadi kota yang lebih hijau. Jadi, sudah sepantasnya jika SMA Negeri 2 Trenggalek ini menjadi sekolah Adiwiyata. Saya sangat bangga dan mengapresiasi upaya yang ditanamkan dalam dunia pendidikan ini,” lanjut Gus Ipin, sapaan akrabnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menandatangani prasasti peresmian Taman Merdeka Belajar. (Foto: Zamzuri/Tugu Jatim)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menandatangani prasasti peresmian Taman Merdeka Belajar. (Foto: Zamzuri/Tugu Jatim)

Gus Ipin mengatakan, ke depan Trenggalek harus memiliki sirkular ekonomi yang disebut “emas hijau”. Salah satu yang diproduksi dari hulu ke hilir yang bersumber dari komoditas bambu.

Bambu ternyata memiliki manfaat yang sangat besar untuk alam dan salah satu tanaman yang sangat efektif sekali untuk menyerap karbon. Selain itu, dia juga mengatakan, bambu sebagai tabung penyimpan air. Hal itu sangat bagus diterapkan di Trenggalek untuk mengurangi bencana kekeringan saat musim kemarau dan tanah longsor saar musim hujan.

“Selain itu, kita harus tahu bahwa tanaman bambu bisa menciptakan dualisme ‘papan dan pangan’. Saat ini sudah ada teknologi yang mengolah bambu menjadi bahan garmen yang tentunya sangat ramah lingkungan, kemudian menjadi sumber papan untuk manusia,” tuturnya.

“Karena itu, kenapa kita punya hajat terwujudnya 100 Desa Wisata yang tersebar di Kabupaten Trenggalek selama tiga tahun. Nantinya arsitektur dari desa wisata akan didorong berartistik dari bahan bambu,” imbuh Gus Ipin.

Gus Ipin mengatakan, tanpa kolaborasi dari semua, pasti sulit mewujudkannya. Jadi, nanti pemkab akan membuat surat edaran yang berisi tentang satu siswa-siswi untuk mengadopsi dan berdonasi satu bibit pohon bambu selama satu tahun.

“Mohon dukungannya ketika nanti pemkab mengeluarkan surat edaran tentang donasi satu siswa satu bambu sebagai bentuk gotong royong bersama untuk Kabupaten Trenggalek. Apalagi kalau ada kebijakan internal yang di situ mewajibkan satu siswa berdonasi pohon atau apa pun yang bermanfaat bagi kita semua dalam jangka panjang maupun pendek,” ujarnya. (Muhammad Zamzuri/ln)

  • Bagikan