Dinilai Lebih Berisiko, Bojonegoro Prioritaskan Anak Nakes untuk Vaksinasi

  • Bagikan
Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Sosodoro Djatikusoemoe, dr Thomas Djaja. (Foto : Mila Arinda / Tugu Jatim)
Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Sosodoro Djatikusoemoe, dr Thomas Djaja. (Foto : Mila Arinda / Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Dalam upaya memerangi virus Covid-19 di kalangan anak-anak, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memutuskan memprioritaskan anggota keluarga tenaga kesehatan untuk mendapatkan suntikan vaksinasi anak usia 12-17 tahun.

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Sosodoro Djatikusoemoe, dr Thomas Djaja mengatakan, penyuntikan vaksin untuk anak baru menyasar kepada anak dari nakes dengan alasan memiliki resiko lebih tinggi.

“Vaksinasi sudah dilakukan untuk anak nakes dulu, termasuk anak dari perawat,” ujar Thomas Djaja, Kamis (15/07/2021).

Sementara untuk vaksinasi anak di Bojonegoro secara menyeluruh, dr.Thomas mengungkapkan bahwa hal tersebut masih dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro.

Ia juga mengimbau kepada masyarkat agar tetap tenang dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia mengimbau kepada masyarakat apabila mengalami gejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri dan menghindari kerumunan, termasuk tidak makan bersama dengan keluarga.

“Kalau mengalami sesak bisa tidur dengan tengkurap atau miring, sementara makan terpisah dulu dan ganti sikat gigi kalau sudah negatif, tetap tenang tidak usah panik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Whenny Dyah Prajanti mengatakan bahwa penerima vaksin yang akan diberikan kepada anak-anak yaitu menggunakan vaksin Sinovac.

“Kami utamakan di sasaran lansia dan 18 tahun keatas, untuk usia 12-17 tahun juga bisa tetapi harus menggunakan vaksin jenis sinovac tidak bisa yang lain”,ucapnya

Disamping itu, menurut dr.Whenny juga menyesuaikan ketersediaan vaksin sinovac di puskesmas masing-masing.

  • Bagikan