• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, Prof Ir Nizam ketika memberikan materi di acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan melalui Zoom Meeting, Jumat (25/6/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, Prof Ir Nizam ketika memberikan materi di acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan melalui Zoom Meeting, Jumat (25/6/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dirjen Dikti Beberkan Faktor Kenapa Banyak Negara Asia Kini Pegang Kekuatan Ekonomi Dunia

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek), Prof Ir Nizam membedah alasan serta faktor-faktor kenapa negara-negara Asia kini justru berkembang bahkan memegang kekuatan ekonomi dunia dibandingkan negara-negara barat. Ia membeberkan bahwa salah satunya yakni faktor adanya bonus demografi di banyak negara Asia.

Hal tersebut disampaikan Prof Nizam kala menjadi pemateri di acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch 2 yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Paragon Technology and Innovation. Program fellowship untuk para jurnalis ini sendiri dinakhodai oleh wartawan senior, Nurcholis MA Basyari.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM

“Output anggaran negara (untuk pendidikan) di Asia ini meningkat dimulai dengan Jepang di tahun 1970 yang menjadi kekuatan ekonomi terbesar waktu itu. Dan jangan lupa waktu itu Jepang juga memiliki kekuatan ekonomi nomor 2 di dunia di bawah Amerika Serikat. Jepang ini sangat inspiratif karena bagaimana negara yang kalah perang bisa bangkit kemudian fokus dalam pembangunan ekonomi yang kemudian menjadi negara maju hanya dalam 10-15 tahun,” terangnya kepada audiens yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (25/6/2021).

Tapi dengan dengan seiring berjalannya waktu, menurutnya Jepang mengalami penuaan, yaitu ketika angkatan kerja ini harus menanggung 3 generasi yaitu orang tuanya, generasi dirinya, dan generasi anaknya.

“Kondisi ini karena semakin sedikit punya anak atau semakin lambat menikah maka secara demografis akan semakin menua,” bebernya.

Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, Prof Ir Nizam ketika memberikan materi di acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan melalui Zoom Meeting, Jumat (25/6/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, Prof Ir Nizam ketika memberikan materi di acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan melalui Zoom Meeting, Jumat (25/6/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kemudian pada tahun 1990-an kekuatan ekonomi Jeoang digantikan oleh Korea Selatan yang melejit luar biasa.

“Sebenarnya tidak berbeda dari Indonesia ketika tahun 1950-an selesai perang Korea. Dengan kondisi sangat miskin dan tidak memiliki sumberdaya, tapi dalam 40 tahun bis membangun Korea menjadi kekuatan ekonomi, dan itu seiring binus demografi yang didapat Korea pada tahun 1990-an,” tuturnya.

Kemudian disusul oleh Tiongkok yang mendapatkan bonus demografi pada tahun 2000-an.

“Sekarang Tongkok menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia meninggalkan Amerika Serikat,” ucapnya.

Prof Nizam lebih lanjut mengatakan bahwa Indonesia saat ini sebenarnya sidaj memasuki bonus demografi, tapi sayangnya masih dengan kesiapan angkatan kerja yang dilatih masih rendah.

“Berbeda saat Korea Selatan memasuki bonus demografi, tapi dengan 60 persen angkatan kerjanya sudah berpendidikan tinggi. Sedangkan di Indonesia saat memasuki bonus demografi kita, angkatan kerjanya 60 persen masih tamatan SD dan SMP. Sedangkan tamatan perguruan tinggi hanya 11 persen, jauh sekali dengan Korea. Padahal kita tahu kunci kemajuan itu terletak pada sumberdaya manusia,” pungkasnya.

Tags: Dirjen DiktiFellowship Jurnalisme PendidikanKemendikbudProf NizamUGM
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
ilustrasi dokter tangani pandemi

75 Dokter di Surabaya Positif Corona, 2 Meninggal Dunia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID