Disbudpar Bojonegoro Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Gaungkan ‘Wayang Thengul’

  • Bagikan
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Bojonegoro menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan souvenir bercorak budaya khas Bojonegoro ‘Wayang Thengul’ yang kedua kalinya (Foto : Mila Arinda/Tugu Jatim)
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Bojonegoro menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan souvenir bercorak budaya khas Bojonegoro ‘Wayang Thengul’ yang kedua kalinya (Foto : Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif di daerahnya terus menggaungkan kebudayaan khas Kabupaten Bojonegoro, yaitu Wayang Thengul. Pihaknya berharap agar souvenir ataupun juga oleh-oleh khas itu bisa mulai diciptakan oleh para industri kreatif.

Hal tersebut dibuktikan oleh Bidang Pengembangan Kelembagaan dan SDM, Disbudpar Bojonegoro melalui bimbingan teknis (bimtek) pembuatan souvenir bercorak khas Bojonegoro ‘Wayang Tengul’ kepada para pelaku industri kreatif, Rabu (7/4/2021).

BANNER DONASI

Pada acara untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha itu, setidaknya diikuti oleh 30 peserta dari 28 Kecamatan di Bojonegoro. Sedangkan untuk pelaksanaannya sendiri digelar selama dua hari. Yakni mulai Rabu (07/04/2021) ini, hingga Kamis (08/04/2021) di Gedung Serba Guna Jl.K.H Mansyur Bojonegoro.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Budianto menjelaskan, bimtek ini merupakan kelanjutan workshop dan pelatihan pada tahun 2020 lalu, yang diperuntukkan meningkatkan kapasitas produk dan sumber daya manusia (SDM). Khusunya para pelaku industri kreatif di Bojonegoro.

“Tujuan bimtek ini memberikan evaluasi apakah workshop di tahun 2020 lalu sudah diaplikasikan dalam produk pelaku UMKM di Bojonegoro,” ungkap Budianto, Rabu (07/04/2021).

Budianto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi penerapan dalam pemasaran apakah sudah berjalan sesuai yang diharapkan.

“Hari ini dan besuk kita tingkatkan kapasitas produk dan SDM. Dari hasil evaluasi kita bisa buat menentukan apakah produk ini sudah ada packing atau pasaran sudah berjalan,” tambahnya.

Salah satu pengrajin pelepas pisang asal Bubulan, Satini mengatakan mendapat peningkatan omzet setelah mengikuti workshop yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini.

Pasalnya, produksi wadah tissue miliknya kini tampil cantik dengan corak Wayang Thengul makin dikenal masyarakat. Sehingga ada perbedaan harga jual yang semula Rp 15.000 kini menjadi Rp 25.000.

Ia juga merasa tidak kesulitan jika harus mengaplikasikan gambar Wayang Thengul pada produknya.

“Untuk pengaplikasian Wayang Thengul di kotak tisu tidak suit. Karena ini kan digambar terus di print, ditempelkan ke pelepahya terus dipotong,” katanya.

  • Bagikan