JEMBER, Tugujatim.id – Penyaluran pupuk organik dinilai belum merata di Kabupaten Jember. Karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, pihaknya tengah pada tahap membuat sistem di pabrik pupuk yang didirikan oleh pemerintah kabupaten (pemkab).
“Sekarang masih belum merata, kami masih dalam tahap membuat sistem yang lebih konkret. Kan masih empat lima bulan yang lalu, masih belajar, dan kali ini pertama juga pengalaman yang kami kuprahkan,” ujar Hendy Siswanto usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin (24/05/2024).
Baca Juga: Resmi! PKB Beri Rekomendasi Gus Fawait Jelang Pilkada Jember 2024
Setidaknya, Hendy Siswanto menegaskan, prioritas utama dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Jember dimulai dari mempertahankan lahan dan pemenuhan pupuk bagi petani.
“Prioritas utamanya yang jelas, pertama kami mempertahankan lahan, ada 86 ribu hektare, itu harus betul-betul lahan pertanian harus dijaga. Kedua, kami problem pupuk, punya pabrik pupuk yang produksi dan hasilnya bagus,” jelas Bupati Hendy.
Menurut dia, hasil percobaan menggunakan pupuk organik yang diproduksi Pemkab Jember membuahkan hasil yang positif. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya jumlah jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.
“Teman-teman yang hasilnya tiga sampai empat ton menggunakan pupuk kimia dengan diubah menjadi pupuk yang kami miliki, itu bisa meningkat sampai tujuh sampai delapan ton,” papar Bupati Hendy.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Destinasi Kuliner Khas Jember Wajib Dicoba
Selain itu, Bupati Hendy juga menegaskan kondisi produksi pabrik pupuk organik Pemkab Jember yang belum stabil. Menurut dia, pemenuhan bahan baku dan pengalaman menjadi faktor dalam menjalankan pabrik pupuk organik.
“Sekarang, pabrik kami yang agak pontang-panting ini, yang jelas dalam artian mengapa? Pengalaman kami belum banyak dalam memproduksi, yang kedua tentang bahan baku,” tegas Bupati Hendy.
Menurut dia, dalam memenuhi bahan baku untuk produksi pupuk organik, pihaknya akan melakukan manajemen untuk mendapatkan kotoran hewan. Hal tersebut akan dilakukan secara konkret agar mendapatkan volume lebih besar sehingga dalam pendistribusian dapat dilakukan secara merata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








