• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi kondisi sapi yang sakit bergejala PMK di desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Ilustrasi kondisi sapi yang sakit bergejala PMK di desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Dokumen warga)

Ditakut-takuti Blantik Soal PMK, Ratusan Sapi di Lekok Pasuruan Dijual Paksa

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) pada ternak yang menyebar luas di wilayah Kabupaten Pasuruan, membuat para peternak sapi panik. Sebagian peternak sapi perah di desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan bahkan nekat menjual paksa ternaknya yang sakit bergejala PMK.

Menurut manager Koperasi Kelompok Tani Karya Amanah, Gaung Andaka RP, sudah ada sekitar 439 sapi warga desa Balunganyar yang dijual paksa.

You might also like

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM

“Karena panik, sapi-sapi yang sakit dijual paksa warga. Di Desa Balunganyar saja, dari sekitar 7.611 sapi sakit, sudah 439 sapi terpaksa dijual warga,” ujar Gaung pada Minggu (19/06/2022).

Gaung menyayangkan karena ratusan sapi yang dijual paksa tersebut dilepas dengan harga jauh lebih murah dibanding harga aslinya. Di mana biasanya sapi produktif bisa dijual sekitar Rp 20 jutaan, warga malah menjual sapi tersebut dengan harga jutaan rupiah saja.

“Sapi yang dijual karena takut mati. Biasanya laku 20 juta, malah dijual ada yang 3 juta, ada yang 5 juta satu ekor,” imbuhnya.

Menurut Gaung, banyaknya warga yang panik juga dipengaruhi oleh oknum blantik atau penjual sapi yang nakal.
Demi mendapat harga sapi murah, sejumlah oknum blantik sengaja menakut-nakuti warga agar mau menjual murah sapinya.

“Banyak blantik yang nakuti-nakuti pakai video sapi-sapi yang mati karena PMK agar mau dijual murah. Sampai saya larang warga jual ke blantik-blantik,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, sapi yang sakit masih bisa disembuhkan asal mendapat perawatan yang tepat. Gaung terus mensosialisasikan kepada warga agar rajin menyemprot desinfectan. Sambil menunggu datangnya vaksin PMK, dia juga mengajarkan warga cara mengobati sapi sakit dengan ramuan herbal.

“Potensi sembuhnya itu masih ada. Didesa Balunganyar sudah ada 104 sapi yang sembuh,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Balunganyar, Soleh menganggap jika pemerintah masih kurang serius mengatasi wabah PMK karena sudah ada ribuan sapi yang sakit. Dia berharap pemerintah bisa segera menyakurkan vaksin dan obat-obatan kepada peternak.

“Wabah sudah berjalan, sapi juga sudah banyak yang kayak gini. Tapi masih rapat-rapat terus. Sudah, obat sama dokternya saja dibawa kesini,” pungkasnya.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Blantik NakalKabupaten PasuruanRatusan SapiWabah PMK
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

Next Post
Ketua DPD KNPI Tuban, Sutrisno Puji Utomo (tengah), bersama jajarannya.

Giliran KNPI Tuban Kritik Kinerja Pemerintahan Lindra-Riyadi Selama Setahun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID