TUBAN , Tugujatim.id – Kritik terhadap kinerja Halindra Faridzky bersama H Riyadi dalam memimpin Kebupaten Tuban selama setahun terus mengalir. Sebelumnya, sejumlah aktivis PMII Tuban mengkritik dengan menggelar demonstrasi, kini giliran KNPI Tuban yang turun mengomentari secara kritis.
Ketua DPD KNPI Tuban, Sutrisno Puji Utomo, menyampaikan banyak persoalan yang hingga saat ini belum terselesaikan oleh Pemerintahan Lindra-Riyadi. Visi dan misi yang digaungkan ketika kampanye dulu masih belum kelihatan berjalan.
“Kepemimpinan bupati yang memiliki jargon ‘Bangun Deso Noto Kutho, dianggap tidak lebih baik dari pemerintahan sebelumnya,” ujar Sutrisno, sapaan akrabnya pada Minggu (19/06/2022).
Selaim itu, dia juga menyoal kemiskinan yang masih tinggi. Pembangunan infrastruktur yang masih lambat serta perhatian pada pemuda yang masih minim di era industri yang marak di Tuban.
“Kami catat semua, nanti kami sampaikan terkait rekomendasi dari teman-teman OKP,” tambahnya.
Berikut ini beberapa pernyataan kritik KNPI Tuban terhadap pemerintah Lindra-Riyadi.
1. Pengentasan kemiskinan tidak ada perkembangan sama sekali.
2. Pembangunan infrastruktur tidak maksimal. Contohnya, perbaikan jembatan Glendeng yang menghabiskan APBD 2021 sekitar Rp 6,4 miliar namun penggunaannya hanya sebentar.
3. Memaksakan kehendak dalam proses perbaikan jembatan Glendeng yang statusnya tidak bertuan alian asetnya tidak ada yang memiliki.
4. Tidak ada pengembangan SDM Pemuda. Padahal Tuban Kota industri tapi tidak ada peningkatan SDM Masyarakat Tuban.
5. Mbangun Deso Noto Kutho, tapi faktanya desa hancur dengan kehadiran retail atau pasar modern yang bergeliat di desa. Hal itu berdampak pada perekonomian pasar tradisional yang teramcam mati .
6. Visi dan misi bupati dan wakil bupati Tuban belum bisa dikatakan berjalan maksimal.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








