Ditreskrimsus Polda Jatim Bekuk Tersangka Prostitusi Online di Bawah Umur

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko sedang menjelaskan kasus protistusi online di bawah umur di Surabaya. (Foto:Rangga Aji/Tugu Jatim)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko sedang menjelaskan kasus protistusi online di bawah umur di Surabaya. (Foto:Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online anak di bawah umur sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU ITE Jo Pasal 296 KUHP pada Selasa (26/01/2021). Peristiwa penangkapannya pada Kamis (21/01/2021) pukul 23.00 WIB di Waru, Sidoarjo.

“Sekitar awal Januari 2021, tersangka AP mengenal-sebut saja ‘Mawar’, 15. Selanjutnya dia menawarkan Mawar untuk dibantu booking order (BO) melalui online. Tersangka AP mengunggah konten berisi penawaran jasa layanan prostitusi melibatkan anak di bawah umur pada media sosial,” jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko pada Tugu Jatim Selasa (26/01/2021).

Modus penawarannya menyebar BO di grup Facebook bernama “Beragam Kreasi JATIM” dan “Cewek Include Surabaya Sidoarjo” menggunakan akun Facebook dengan inisial AG. Pada awal Januari 2021, petugas pun melakukan patroli siber.

“Petugas Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan analisis dan penyelidikan keberadaan terduga pemilik akun yang mengunggah konten tersebut. Selanjutnya, pada Kamis (21/01/2021), Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah berhasil mengamankan pemilik akun serta barang bukti di TKP,” lanjutnya.

Selain itu, tersangka AP itu ditangkap pada Kamis (21/01/2021) di rumahnya, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Barang bukti yang diamankan oleh Polda Jatim yaitu 1 unit handphone merek Xiaomi Redmi Note 9 warna biru-putih. Selain itu, juga ada 1 unit handphone merek ASUS warna hitam.

“Pasal yang dilanggar UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 296 KUHP. Juga Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU ITE dengan ancaman hukuman paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” ujar Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Rangga Aji/ln)

  • Bagikan