TUBAN, Tugujatim.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban menyiapkan pengolah sampah berkapasitas 20 Ton per hari dengan nilai Rp3 Miliar, pasca pembangunan instalasi Refuse Derived Fuel (RDF) dari Pemerintah Pusat batal. Skema solusi yang disiapkan ini berskala lebih kecil, jauh dibanding proyek RDF yang berkapasitas 150 Ton per hari senilai Rp102 miliar dari APBN.
“Kami tetap berupaya. Tahun ini kami siapkan RDF mini yang anggarannya masuk di P-APBD 2025 sekitar Rp3 miliar,” ujar Anthon Trilaksono,, Plt Kepala DLHP Tuban saat dihubungi lewat pesan singkat Minggu (10/8/2025).
RDF mini ini diharapkan menjadi titik awal perubahan pola penanganan sampah di Tuban.
“Selama ini orang melihat sampah hanya dipindah dari rumah ke TPS lalu menumpuk. Kami ingin ada proses pengolahan yang nyata,” tegasnya.
DLHP selain mengandalkan APBD, juga menggandeng industri semen di Tuban seperti PT Semen Indonesia (SIG) dan Solusi Bangun Indonesia (SBI). Kerja sama ini tak hanya membantu menyerap RDF yang dihasilkan, tapi juga menjadi bentuk kepedulian industri terhadap lingkungan.
“Industri semen punya kewajiban memenuhi standar proper hijau. Salah satunya dengan menggunakan sumber energi alternatif dari sampah. Makanya kerjasama ini saling menguntungkan,” terangnya.
Anthon menambahkan, RDF mini akan menjadi model yang bisa dikembangkan ketika proyek besar dari pusat kembali terbuka peluangnya.
“Kita tidak mau hanya menunggu. RDF mini ini bisa berjalan sambil terus menjalin komunikasi dengan kementerian,” katanya.
Anthon juga mengajak seluruh pihak untuk terlibat, karena pengelolaan sampah menurutnya adalah masalah bersama.
“Ini bukan hanya urusan DLHP. Sampah adalah tanggung jawab kita semua. Kalau semua pihak bergerak, hasilnya akan jauh lebih optimal,” tutupnya.
RDF mini Tuban dengan target beroperasi pada 2025, diharapkan mampu menjadi langkah awal pengelolaan sampah yang lebih modern, sekaligus mengurangi beban TPA Gunung Panggung yang selama ini menjadi tempat akhir penumpukan sampah di kabupaten ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








