• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gus Miftah

Postingan tentang kontroversi Gus Miftah dan penjual es teh. Foto / Feni Yusnia

Dosen Agus Beri Pandangan Kasus Viral Penjual Es dan Gus Miftah

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Agus Supriyadi, Lc, M.H.I. memberi pandangan menyikapi kontoversi Kasus Viral Penjual Es dan Gus Miftah yang viral. Dosen Agus menekankan pentingnya mengimplementasikan prinsi-prinsip dasar dalam berdakwah yakni Islam rahmatan lil alamin, agama Allah yang dihiasi kedamaian dan kasih sayang di dalamnya. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan duniawi maupun akhirat yang tertata secara sistematis.

Dosen Agus dengan mengutip penjelasan kitab ‘Ushulud Dakwah’ menyebut adanya empat prinsip dasar dalam berdakwah yang harus dijaga. Di antaranya pemilihan tema dan materi dakwah, karakteristik pendakwah (da’i), siapa objek dakwah (mad’u), serta strategi atau metode yang digunakan dalam berdakwah.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Sejatinya, tujuan dakwah adalah mampu menemani, mengayomi dan memberikan kasih sayang secara lemah lembut tapi tetap tegas. Seorang pendakwah wajib hukumnya kaya atau mampu secara penguasaan materi, menyesuaikan metode penyampaian materi dan dirinya dengan segmentasi objek dakwah. Menurutnya, tak hanya unggul secara kecerdasan kognitif, kepandaian dalam beretika juga harus dimiliki oleh seorang da’iatau mubaligh (pendakwah) dalam mentransfer pesan yang ada.

“Kedua unsur penting tersebut saling terikat dan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dalam berdakwah. Karena sebagus apapun retorika seorang pendakwah, jika tidak dibarengi dengan etika, pesan dakwahnya tidak akan masuk ke hati objek dakwah,” tegasnya.

Lebih lanjut, belajar dari kasus tersebut, Agus mengungkapkan penting bagi para pendakwah untuk menghindari stigma negatif. Maksudnya, pendakwah harus mampu menjaga sikap dan diksi yang dipilih dalam menyampaikan materinya. Seperti tidak mengandung unsur merendahkan diri seseorang baik, secara fisik atau profesi sehingga menyakiti perasaan dan membuat stigma negatif terhadap dirinya. Hal ini juga bertentangan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, yang mana kemuliaan seseorang disisi Allah, tidak cukup dinilai hanya dari yang tampak (dzohir) seperti fisik atau profesi saja. Namun, kemuliaan seorang hamba dinilai dari ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Di samping itu, Ia juga mengatakan bahwa peran dakwah sejati adalah untuk menyatukan, bukan memecah belah dan menjauhkan satu dengan yang lain. Seperti hadits Rasulullah SAW ‘Barang siapa yang tidak mampu memberikan kasih sayang kepada orang lain, maka ia juga tidak akan mendapatkan kasih sayang dari orang lain’. Sebaliknya, setelah kegiatan dakwah tersebut banyak hujatan serta komentar negatif yang berimbas memecah persaudaraan.

“Adapun humor dalam dakwah merupakan salah satu metode untuk menyegarkan suasana atau mendidik dengan konten yang bijak dan tidak menyinggung orang lain. Jangan sampai humor malah menjadi cara menghina orang lain,” ungkapnya.

Meski begitu, respon publik tidak perlu berlebihan kepada penjual es teh. Menurutnya, hal itu malah menciptakan mental peminta-minta. Bahkan kini makin banyak penjual es teh di pengajian-pengajian yang menjajakan dagangannya dengan harapan bisa diborong oleh pendakwah. Begitupun dengan hujatan-hujatan berlebihan yang mengarah pada Gus Miftah. Kritik dan refleksi diri memang diperlukan agar ke depan bisa lebih baik. Apalagi Gus Miftah juga sudah meminta maaf dan bertanggungjawab atas ucapannya, bahkan mundur dari jabatan utusan presiden.

Terakhir, Agus menegaskan peran kuat refleksi diri setelah berdakwah. Ia juga berharap, dunia dakwah Islam di Indonesia kedepannya semakin maju dengan materi-materi membangun secara berkelanjutan. Kemudian, pemilihan metode atau strategi harus sesuai dengan segmentasi. “Perlu kita ingat bersama bahwa metode dakwah itu memang penting. Tapi bukan menjadi satu-satunya ukuran kesuksesan dari buah dakwah itu sendiri. Kesusksesan dakwah dapat dilihat dari efek positif yang dirasakan oleh keduanya (pendakwah dan objek dakwah),” pesannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Hukum Keluarga Islam UMMUMMUniversitas Muhammadiyah Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
KPU Jember

KPU Jember Tunda Pengumuman Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Jember 2024, Ini Penyebabnya!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID