MALANG, Tugujatim.id – Sebagai salah satu wujud implementasi tri dharma pendidikan, tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat berbentuk konseling gratis. Tim dosen tersebut terdiri dari Dwi Nikmah Puspitasari SPsi MPsi Psikolog, Ayu Dyah Hapsari SPsi MA SPsi Psikologi, dan Dewi Fatmasari Edy SPsi MA.
Berlokasi di Meeting Room Meltd Ice Cream & Eatery yang berada di Jl Welirang No 33 Kota Malang, konseling diikuti oleh masyarakat umum. Khususnya partisipan dari kelompok usai remaja. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Selasa-Rabu (25-26/10/2023).
“Kegiatan ini gratis dan ditujukan untuk masyarakat umum dengan kriteria usia 17-21 tahun dan yang bersedia terlibat penuh dalam kegiatan selama 2 hari,” ungkap Dwi Nikmah Puspitasari.
Dosen yang sehari-hari akrab disapa Pipit ini menyebut jika sebelumnya telah membuka pendaftaran konseling selama 10 hari. Namun, karena persoalan jarak tempuh dan jadwal aktivitas partisipan membuat kegiatan tersebut akhirnya diikuti oleh 5 partisipan.
“Cukup banyak yang mendaftar, tapi setelah penyesuaian jadwal, ada yang terkendala jarak karena berada di Kabupaten Malang, ada yang bentrok dengan jadwal perkuliahan atau kerja sehingga yang awalnya berjumlah sekitar 12 peserta gugur dan hanya 5 yang kemudian lanjut mengikuti kegiatan,” imbuh Pipit.

Konseling gratis dengan topik regulasi emosi ini pun dilangsungkan dengan model konseling kelompok. Dengan tujuan pemberian bantuan psikologis sederhana kepada individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Para partisipan diberikan arahan untuk dapat lebih mudah memahami situasi yang dialami sehingga dapat membantu peserta melihat alternatif jalan keluar.
“Konseling kelompok sebenarnya bisa dilaksanakan apabila peserta memiliki latar belakang permasalahan yang sama sehingga dalam sesi konseling selain mendapat masukan dari konselor, peserta juga bisa mendapat insight dari peserta lain yang memiliki atau mengalami situasi yang sama,” jelas Pipit.
Dia juga menjelaskan jika masa-masa remaja memang memiliki beberapa hambatan atau permasalahan emosi. Salah satu yang sering muncul adalah pengelolaan emosi yang belum sesuai.
“Apabila tidak segera ditangani bisa menimbulkan problem psikologis lain yang lebih serius, maka konseling kelompok dipilih supaya dalam sekali pelaksanaan lebih banyak yang terlibat,” jelasnya lagi.
Para peserta pun mengikuti kegiatan konseling kelompok selama kurang lebih 3-4 jam selama 2 hari. Di mana dalam sehari, ada 4 sesi konseling gratis yang memberi kesempatan bagi peserta untuk berbagi keluhan hingga memberikan saran atau masukan pada peserta lainnya.
Pipit pun berharap para peserta dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Di mana penyelesaian masalah bisa saja datangnya bukan dari pengetahuan dan pemahaman personal, tapi dari orang lain yang pernah berada di situasi yang serupa atau mirip.
“Harapannya, terselenggaranya konseling kelompok yang pertama ini, peserta lebih memahami terkait dengan kondisi diri, mampu mengidentifikasi keluhan, mengenali emosi yang dominan atau intens muncul, dan menemukan formula atau strategi pengelolaan emosi yang sesuai dengan masing-masing individu,” ujarnya.
Writer: Imam A. Hanifah
Editor: Dwi Lindawati








