• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
bawang merah

Dosen Politeknik Negeri Malang Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Jangkauan Pemasaran Usaha Bawang Merah Goreng 'Rizqy'

Dosen Politeknik Negeri Malang Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Jangkauan Pemasaran Usaha Bawang Merah Goreng ‘Rizqy’

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Advertorial, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Dosen Politeknik Negeri Malang Kampus Kediri meningkatkan kapasitas produksi dan jangkauan pemasaran usaha bawang merah goreng dengan merk ‘Rizqy’. Tim Dosen dari Prodi Manajemen Informatika dan Teknik Mesin menginisiasi penerapan teknologi dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini diketuai oleh Abidatul Izzah dan beranggotakan Ratna Widyastuti, Benni Agung Nugroho, Saiful Arif, Devina Rosa dan Dony Mutiara Bahtiar.

You might also like

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM
Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

18/07/2026 5:00 PM

“Teknologi yang diterapkan pada usaha bawang Rizqi berupa alat perajang bawang dan strategi penjualan online. Alat perajang bawang merupakan salah satu alat yang bertujuan untuk mendukung peningkatan hasil produksi irisan bawang yang siap digoreng,” terang Abidatul Izzah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/10/2024).

Alat perajang bawang otomatis ini, kata Abidatul Izzah, dirancang guna mengurangi resiko–resiko buruk yang terjadi saat proses pemotongan dan pengirisan bahan makanan dilakukan. Dengan demikian proses perajangan menjadi lebih mudah dan efisiensi waktu.

Sedangkan teknik pemasaran online yang dilakukan yakni dengan memasarkan produk bawang goreng ‘Rizqi’ dalam marketplace shopee. Strategi pemasaran ini, membuat produk akan dikenal lebih luas sampai luar kota sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran. Pemilihan marketplace orange ini karena memiliki keunggulan dalam kemudahan pengiriman.

bawang merah 1

Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari pengadaan alat perajang dan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat. Kemudian dilanjutkan dengan membuatkan toko online di marketplace sekaligus pelatihan penggunaannya.

Bawang merah sendiri merupakan salah satu komoditas sayuran paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain karena sebagai bumbu dasar, bawang merah juga memiliki cita rasa khas jika diolah menjadi bawang goreng.

Ratna Widyastuti menceritaka, potensi Indonesia yang memiliki produksi bawang merah dan tingginya konsumsi tersebut membuat Surasa, mendirikan usaha bawang goreng yang diberi merk Rizqi. Warga Jalan Karang Anyar No 71, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri itu mendirikan usaha sejak 2018 dan sudah terdaftar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah memiliki sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dengan nomor 2113571010005.

Usaha ini bertahan lama karena proses pembuatannya yang cukup mudah dan permintaan yang terus mengalir hingga sekarang ini.

Sebelumnya, Surasa masih memproduksi bawang gorengnya secara manual dimulai dengan mengupas, merajang, menggoreng dan mengemas. Pada proses perajangan, menggunakan alat perajang dari kayu.

Hasil produksi bawang goreng yang sudah siap konsumsi dikemas dalam bungkus plastik, sebelum kemudian siap dijual di pasaran.

“Selama ini strategi yang ditempuh Pak Surasa adalah dengan menitipkannya ke warung-warung di daerah Kota Kediri dan penjual sayur keliling,” tegasnya.

Tim dosen melakukan pendampingan proses penggunaan alat dan penjualan online. Sampai saat ini, alat perajang telah dimanfaatkan dan terbukti mempermudah proses perajangan manual. Di sisi lain, pemasaran online yang dilakukan sudah mendapat beberapa pesanan dari luar kota yakni Surabaya dan Lamongan. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Fajrus Shidiq

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten KediriKabupaten MalangKediriKota KediriKota MalangMalangPoliteknik Negeri MalangPoliteknik Negeri Malang Kampus Kediri
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Lapor Cak Eri.

Lapor Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga, Masalah Parkir Jadi Keluhan Terbanyak

by Dwi Linda
18/07/2026 2:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sejak diluncurkan pada pada 11 Mei 2026 lalu, antusiasme warga yang memanfaatkan hotline “Lapor Cak Eri” semakin...

Next Post
HP Xiaomi terbaru dan harganya.

8 Daftar HP Xiaomi Terbaru dan Harganya pada Oktober 2024, Seri Redmi Dibanderol Mulai 1 Jutaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID