• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi pernikahan. (Foto: Pexels)

DP3AKB Bojonegoro Sebut Pernikahan Dini Bisa Dicegah melalui Keluarga

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Maraknya pernikahan dini di Kabupaten Bojonegoro membawa kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah kabupaten. Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro menyebut pernikahan dini bisa dicegah melalui lingkungan terdekat, yaitu keluarga.

Di Bojonegoro, terhitung dalam kurun waktu tiga tahun, tren pemohon dispensasi nikah (diska) merangkak naik. Pada 2019, sebanyak 199 pemohon mengajukan dispensasi kawin, sementara pada 2020 naik drastis menjadi 617 pemohon. Sedangkan data hingga Mei 2021, berjumlah 302 pemohon.

You might also like

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

22/07/2026 9:39 AM
Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

22/07/2026 7:46 AM

“Jika dilihat dari persentase tingkat pendidikan, baik itu pada 2020 dan 2021, 60 persen pemohon diska dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Sementara dari sisi pekerjaan, 70 persen belum bekerja. Sedangkan 45 persen usianya 18 tahun,” jelas Kepala DP3AKB Anik Yuliarsih dalam sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Balai Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno, Selasa (15/06/2021).

Anik melanjutkan, akibat dari pernikahan dini jika dilihat dari sisi ekonomi, bisa terjadi pekerja anak dengan upah yang rendah. Lalu jika dilihat dari sisi kesehatan, risiko tinggi melahirkan, yaitu rawan terjadi kematian ibu atau anak, rawan stunting, rawan KDRT, dan rawan perceraian.

“Angka kematian ibu di Bojonegoro ranking 2 se-Jawa Timur, sementara angka kematian bayi masuk 10 besar terbawah, dan kasus stunting juga masih ada,” terang Anik.

Untuk itu, selain peran keluarga dalam mencegah pernikahan dini, juga sosialisasi dari RT/RW sangat penting.

“Disepakati bersama jika perempuan menikah di atas usia 21 tahun dan laki-laki di atas 25 tahun. Hal tersebut diharapan dapat meningkatkan kualitas anak,” ujar Anik.

Jika kedua orang tua sama-sama matang secara pemikiran dan usia, dapat mengasuh anak dengan tepat, maka bisa menurunkan angka jumlah pekerja anak dan naiknya indeks pembangunan manusia (IPM), khususnya pemberdayaan perempuan, meningkatkan status gizi anak, turunnya angka stunting, serta meningkatkan partisipasi sekolah.

Tags: Cegah pernikahan diniDP3AKB BojonegoroKabupaten BojonegoroKasus pernikahan diniPernikahan dini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Next Post
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam koordinasi dengan forkopimda pada Rabu (16/06/2021). (Foto: Polda Jatim/Tugu Jatim)

Gubernur Khofifah dan Forkopimda Lakukan Analisis-Evaluasi Penerapan PPKM Mikro di Jatim

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID