MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Unim Mojokerto diisi dengan berbagai program. Salah satunya sosialisasi tentang stunting kepada warga di lokasi KKN Tematik.
Seperti yang dilakukan oleh dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Rendis Eka Arisandi. Dosen sekaligus Kaprodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unim Mojokerto itu memberikan materi sosialisasi tentang bahaya stunting di Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/08/2023).
Rendis menekankan tentang pentingnya pemahaman terkait stunting. Pemahaman ini tentang bagaimana kaum wanita di Bendung, Jetis, Kabupaten Mojokerto, dapat menerapkan gizi seimbang pada anak-anak.
Baca Juga: Seminar Nasional FISIP Unim Mojokerto Kupas Ekonomi Kerakyatan di Tahun Politik
“Stunting ini dampaknya bisa berkepanjangan. Entah itu pada tinggi dan berat badan anak atau yang lebih parah dapat memengaruhi kognitif dan kecerdasaan anak. Pemberian gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) adalah sesuatu yang sudah sepatutnya diperhatikan oleh ibu-ibu,’’ terang Rendis, Rabu (23/08/2023).
Selain memberikan materi tentang stunting, kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian makanan terpadu kepada 100 pasang ibu dan anak yang hadir pada acara tersebut. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar serta mendapat antusias tinggi dari peserta yang hadir.
“Tidak hanya dari makanan dan ASI saja, perhatian orang tua kepada anak selama 1.000 HPK juga merupakan faktor penunjang berkurangnya kasus stunting. Orang tua yang cenderung sibuk dan tidak fokus pada perkembangan anak berpotensi melahirkan anak-anak stunting. Selain itu, pemberian gadget dan alat elektronik juga perlu dipantau dalam upaya peningkatan kecerdasan anak sejak dini,” tambah Rendis.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama China Terbaru Rating Tertinggi 2023, Hidden Love Bikin Gamon Penonton
Dia juga turut menambahkan semangat dan dedikasi para ibu dalam mengembangkan generasi sehat dan cerdas di Bendung, Jetis, Kabupaten Mojokerto, yang patut diapresiasi, mengingat angka stunting di desa tersebut sudah turun signifikan sejak tahun lalu.
“Tentu hal ini tidak lepas dari kerja keras pemerintah desa setempat dan kesadaran para ibu di Desa Bendung terkait waspada stunting,” ujar Rendis.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








