JEMBER, Tugujatim.id – Permasalahan anak yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan terus menjadi perhatian serius di wilayah Jember. Data menunjukkan sekitar 40.000 Anak Jember tidak mengenyam pendidikan Formal mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.
Penyebab utama fenomena ini meliputi keterbatasan finansial keluarga, lokasi sekolah yang sulit dijangkau, serta kurangnya sarana transportasi yang memadai, khususnya di zona-zona pedesaan yang terisolasi.
Legislator dari Komisi D DPRD Jember, Indhi Naida, mengungkapkan keresahannya mengenai situasi ini. Beliau menilai hal tersebut merupakan hambatan besar dalam upaya meningkatkan kualitas manusia di daerah.
“Akses terhadap pendidikan merupakan hak fundamental setiap anak. Sungguh memprihatinkan ketika kemampuan mereka tidak berkembang optimal akibat kondisi perekonomian keluarga,” tegas Indhi Naida pada Selasa (1/7/2025).
Dalam upaya mengatasi masalah ini, dia secara konsisten mengunjungi kampung-kampung dan kawasan perbukitan untuk berinteraksi langsung dengan para kepala keluarga dan pengasuh anak.
“Kami terus mengajak para orang tua untuk tidak melibatkan anak-anak dalam aktivitas kerja sejak usia muda,” jelas Indhi.
Dia menyarankan apabila kondisi mengharuskan anak membantu keluarga, sebaiknya dipilih program pendidikan dengan jadwal yang dapat disesuaikan agar proses pembelajaran tetap berlanjut.
Hasil pencatatan Komisi D menunjukkan bahwa dari berbagai kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan, sekitar 30 persen orang tua mulai menyadari nilai penting pendidikan.
Sejumlah anak yang sebelumnya tidak bersekolah kini sudah mulai mengikuti kegiatan belajar kembali, walaupun jumlahnya masih terbatas.
“Masih banyak kepala keluarga yang tetap pada pendiriannya untuk tidak memberikan pendidikan formal kepada anak-anak mereka, utamanya di wilayah pegunungan,” ungkap Indhi.
Dia menekankan bahwa anak-anak yang memiliki kemampuan istimewa justru perlu mendapatkan support agar dapat melanjutkan pendidikan untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Pihak pemerintah kabupaten diharapkan dapat memperluas program bantuan edukasi dan menyediakan fasilitas transportasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








