JEMBER, Tugujatim.id – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyambut positif kebijakan Kementerian Pertanian yang menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sekitar 20 persen.
Kebijakan yang berlaku mulai 22 Oktober 2025 ini dinilai sebagai langkah strategis mendukung program swasembada pangan pemerintah.
“Kami menyambut gembira dan bahagia karena Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan surat yang menyatakan ada penurunan HET pupuk bersubsidi sekitar 20 persen,” ujar Candra, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Harga Pupuk Subsidi Turun, DPRD Jember Desak Pengawasan Ketat Pasca Temuan Pedagang Nakal
Penurunan harga cukup signifikan, seperti pupuk urea yang semula Rp100.000-an per sak kini menjadi Rp90.000, atau turun Rp1.800 per kilogram. Namun, Candra mengakui masih ada tantangan di lapangan, mengingat harga pupuk di tingkat petani kerap lebih tinggi dari HET.
Untuk memastikan penurunan harga ini benar-benar dinikmati petani, Candra menekankan pentingnya pengawasan ketat dari berbagai pihak. Dia meminta dinas pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan distributor untuk memantau harga di kios-kios pupuk.
“Masyarakat jangan segan-segan melaporkan jika ada kios pupuk yang menjual diatas HET,” tegasnya.
Kebijakan Penurunan Harga Bermanfaat bagi Petani
Candra menguraikan empat langkah prioritas yang harus dilakukan. Pertama, dinas pertanian harus memastikan semua petani pemilik SPPT (surat pemberitahuan pajak terutang) dan lahan sawah terdaftar dalam RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), mengingat saat ini masa pemutakhiran data tersebut dilakukan.
Kedua, proses administratif input RDKK harus berjalan optimal agar petani mendapatkan pupuk sesuai kuota yang berhak mereka terima. Ketiga, mencegah praktik penjualan pupuk di atas HET dan sistem paket atau bundling yang merugikan petani.
Keempat, melibatkan aparat penegak hukum untuk memonitor kios-kios pupuk yang terindikasi menjual pupuk subsidi kepada pihak yang bukan petani. Karena itu, di triwulan terakhir tahun ini, DPRD Jember berencana memanggil dinas pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan pihak distributor untuk memastikan distribusi pupuk berjalan tepat sasaran.
“Dalam waktu dekat kami akan menghadirkan dinas pertanian, Pupuk Indonesia, dan distributor untuk memastikan distribusi pupuk dan pemesanan kuotanya berjalan baik,” jelas Candra.
Dia juga mengajak masyarakat aktif menyampaikan aspirasi jika menemukan penyimpangan dalam penjualan pupuk subsidi. Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan distribusi pupuk di triwulan terakhir dan memastikan kebijakan penurunan harga benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








