KOTA MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang minta Pemkot Malang mengumpulkan SPPG menyusul temuan belatung di menu MBG (Makan Bergizi Gratis).
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan mengatakan, pihaknya mendukung program strategis pemerintah. Namun jika ada yang tak serius, maka tindakan tegas perlu terapkan.
“Kasus di SPPG Tulusrejo terkait puding yang ada belatungnya itu harus jadi catatan serius. Dapur pelaksana MBG harus lebih hati hati dan profesional,” kata Harvard.
Ia merekomendasikan Wali Kota Malang untuk segera membentuk forum untuk mengumpulkan seluruh SPPG di Kota Malang. Dikatakan, penyediaan MBG berkualitas harus menjadi komitmen seluruh SPPG.
“Jangan sampai MBG ini yang anggarannya diperoleh dari rakyat, yang bertujuan dikembalikan lagi kepada rakyat ini tidak maksimal,” ucapnya.
Harvard juga meminta Pemkot Malang tegas mengontrol SPPG yang bandel dan tak profesional. Dengan demikian, distribusi MBG di Kota Malang benar benar bisa berkualitas.
“Saya pikir Pak Wali Kota harus menindak tegas dapur tersebut. Kalau perlu memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat agar dapur tersebut dicabut kemitraannya,” katanya.
“Toh banyak kok para pelaku kuliner, para pelaku katering yang lebih profesional. Kan kasihan, nanti masyarakat menilai pemerintah pusat negatif, padahal tidak semua dapur seperti itu. Karena satu dapur, akhirnya dapur lain juga dinilai buruk,” tandasnya.
Seorang wali murid sekolah di wilayah Lowokwaru menyampaikan keluhannya soal temuan belatung di puding stroberi dalam MBG yang diberikan ke anaknya, pada Selasa (3/3/2025).
Paket MBG itu, berisi susu UHT, mini muffin, kaki naga, kacang dan puding stoberi. Di puding stroberi itulah yang ditemukan belatung, bahkan masih hidup.
Keluhan itu juga telah dikonfirmasi SPPG dan kemudian mengimbau para siswa tak mengonsumsi menu tersebut. SPPG itu juga berjanji akan mengganti menu itu dan melakukan evaluasi (ADS).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M. Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








