MOJOKERTO, Tugujatim.id – Wilayah Kabupaten Mojokerto masih dibayangi cuaca ekstrem. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memprediksi cuaca ekstrem mulai menurun pada akhir Februari 2026.
“Sesuai prakiraan BMKG, cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur puncaknya ada di Januari dan menurun di Februari. Serta diperkirakan berakhir pada awal Maret,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin pada Rabu (04/03/2026).
Baca Juga: Cuaca di Jatim Diguyur Hujan Merata 4 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Disertai Petir
Sementara saat disinggung tentang status waspada terhadap bencana hidrometeorologi, BPBD Kabupaten Mojokerto mengaku mengikuti edaran dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Untuk status tersebut mengikuti surat edaran BMKG dan gubernur Jawa Timur,” jelasnya.
Ada Wilayah Peralihan Musim Hujan ke Kemarau
Sementara itu, prediksi dari BMKG Juanda menyebutkan bahwa cuaca pada 01-10 Maret 2026 di Jawa Timur berpotensi dilanda cuaca ekstrem. Namun, laman BMKG Juanda juga menyebutkan bahwa sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke
musim kemarau.
“Perkiraan dalam 10 hari ke depan terjadi lonjakan cuaca ekstrem yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. Potensi cuaca ini dampak dari gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency dan Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan melalui keterangan resmi.
Baca Juga: 3 Jam Evakuasi Petugas Pembersih Kaca, Damkar Surabaya Terkendala Cuaca Ekstrem
Taufiq menambahkan, suhu muka laut pada perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan. Selain itu, kondisi atmosfer lokal juga labil.
“Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi timbul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








