Dr Aqua Dwipayana: Dalam Komunikasi Berlaku Peribahasa “Pikirkan Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian tak Berguna”

aqua dwipayana tugu jatim
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo yang didampingi istrinya Rahma Tri Budi menyerahkan plakat sebagai kenang-kenangan kepada Dr Aqua Dwipayana. Foto: dok Tugu Jatim

BALIKPAPAN, Tugujatim.id – Insiden aktual yang sedang terjadi antara anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman mendapat atensi khusus dari Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.

Bahkan pada Sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi bagi ratusan prajurit TNI AD di lingkungan Kodam VI/Mulawarman beberapa waktu lalu, peristiwa tersebut menjadi salah satu tema sentral yang disampaikan doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut.

Lepas dari penilaian apapun yang muncul ke permukaan serta mengesampingkan aspek politis, dalam kacamata Dr Aqua yang menempuh studi linier S1, S2, dan S3 di bidang Komunikasi, pemilihan diksi “gerombolan” dalam lontaran pernyataan anggota DPR RI Effendi Simbolon tak seharusnya dilakukan.

aqua dwipayana tugu jatim
Suasana Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kodam VI/Mulawarman. Foto: dok Tugu Jatim

Demikian pula respons yang muncul lewat sebuah video sempat beredar dan menampilkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memberikan instruksi kepada jajarannya untuk protes kepada anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon selayaknya dipertimbangkan ulang dan dipikirkan matang sebelumnya.

“Jadi, dalam Ilmu Komunikasi ada yang disebut dengan istilah ‘irreversible effect’ atau dampak dari pernyataan sebuah komunikasi yang tidak bisa ditarik kembali karena kadung sudah terjadi dampak akibat pernyataan kita. Pesan yang sudah kita sampaikan pertama kali itu berdampak sangat besar,” demikian disampaikan Dr Aqua pada pada salah satu sesi dalam rangkaian sekitar 40 sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Komando Daeran Militer (Kodam) VI/Mulawarman sepanjang September 2022.

Mereka yang tersakiti, tambah Dr Aqua, tentunya akan menerima permintaan maaf dari orang yang ucapannya menyakiti. Namun batinnya yang sudah terlanjur luka, butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

Menurut Dr Aqua, dalam setiap pesan komunikasi yang sudah disampaikan, kalaupun ada ralat atau revisi, dampak yang dirasakan pertama kali tidak bisa serta-merta terhapus oleh ralat itu. Itulah yang disebut “irreversible effect” dalam komunikasi. “Pikirkan dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, demikian peribahasa yang mencerminkan kearifan lokal orang tua kita dulu,” demikian ditegaskan pria yang selalu menghormati semua orang secara universal ini.

Kegiatan tersebut meliputi tiga provinsi yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi bagi ratusan prajurit TNI AD di Kodam VI/Mulawarman itu dimulai pada Rabu pagi, 14 September 2022 di Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) VI/Mulawarman di Balikpapan yang dipimpin komandannya Kolonel Cpm Didin Sofyannadin. Acaranya luring dan daring dengan peserta 300 orang.

Dilanjutkan Kamis pagi, 15 September 2022 di Komando Resort Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma di Samarinda yang dipimpin Danrem Brigjen TNI Dendi Suryadi. Pesertanya sebanyak 120 orang.

Di dua sesi tersebut dihadiri ratusan prajurit, pengurus dan anggota Persit, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka antusias selama acara Sharing Komunikasi dan Motivasi berlangsung.

Sedangkan sesi ketiga pada Jumat pagi, 16 September 2022 yang merupakan acara puncak untuk tahap pertama Sharing Komunikasi dan Motivasi di jajaran Kodam VI/Mulawarman terasa istimewa. Dihadiri langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan istri Rahma Tri Budi serta para pejabat utama bersama istrinya. Mereka tidak beranjak dari tempat duduknya mulai awal hingga acara berakhir yang berlangsung sekitar tiga jam termasuk tanya-jawab. Dr Aqua harus mengakhiri pemberian Sharing Komunikasi dan Motivasi tersebut karena sudah mendekati waktu sholat Jumat.

aqua dwipayana tugu jatim
Dr Aqua Dwipayana menerima plakat sebagai kenang-kenangan dari Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo yang didampingi istrinya, Rahma Tri Budi. Foto: dok Tugu Jatim

Kompetensi Komunikasi

Dalam kaitan ini, Dr Aqua menguraikan pentingnya tokoh atau pejabat publik memiliki kompetensi komunikasi yang mumpuni. Inilah yang disebut dengan komunikasi personal.

“Komunikasi merupakan bagian penting dari personal branding seseorang. Cara berkomunikasi dan kualitas pesan yang disampaikan menunjukkan identitas diri. Di dunia politik, komunikasi sangat menentukan dalam meraih simpati publik. Kesalahan komunikasi sekecil apapun bisa berdampak kontraproduktif yang bahkan bisa di luar dugaan kita,” demikian disampaikan Dr Aqua.

Menurut anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini semua itu merupakan pelajaran komunikasi yang sangat berharga. Agar hati-hati sebelum berucap supaya tidak menyinggung perasaan orang lain dan institusi. Miskomunikasi merupakan hal yang harus dihindari oleh siapapun dalam institusi apapun.

Makanya ujar Dr Aqua, sebelum berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, pikir dulu pesan yang akan disampaikan. Bayangkan reaksi penerima pesan. Gunakan etika dan kesantunan saat menyampaikannya sehingga orang yang menerima pesan tidak tersinggung, marah, dan emosi yang akhirnya bisa menimbulkan masalah dan konflik.

“Jadikanlah semua itu sebagai pengalaman berharga agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Di sisi lain, jika memang merasa bersalah, jangan pernah ragu untuk meminta maaf,” tegas Dr Aqua.

Selain itu, dalam pandangan pria dengan jejring pertemanan sangat luas tersebut, komunikasi personal seseorang memiliki beberapa fungsi. Fungsi ini menegaskan bahwa manusia berkomunikasi untuk memenuhi kewajiban sosial, mengembangkan hubungan timbal balik, meningkatkan dan merawat mutu diri, serta menangani atau menghindari konflik. “Jangan sebaliknya, pesan komunikasi yang dilontarkan malah menuai konflik,” kata Dr Aqua.

Sedangkan pihak yang dimintai maaf, pesan pembicara laris ini agar memaafkan permintaan maaf tersebut. Sehingga tidak ada ganjalan di hatinya. Untuk selanjutnya kembali menjalin hubungan baik dan tidak mengulangi kesalahan serupa.

Lebih jauh disampaikan, komunikasi juga memiliki fungsi pengambilan keputusan karena manusia punya kemampuan untuk mengambil sebuah keputusan yang dianggapnya tepat. “Fungsi ini menegaskan bahwa manusia berkomunikasi untuk berbagi informasi sebagai bahan pengambilan keputusan serta memengaruhi orang lain. Lidahmu harimaumu, maka berkomunikasilah dengan penuh pertimbangan jangan asal lontar,” tegas Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publk ini.

Dapat Diselesaikan

aqua dwipayana tugu jatim
Dr Aqua Dwipayana saat Sharing Komunikasi dan Motivasi. Foto: dok Tugu Jatim

Dr Aqua berharap masalahnya dapat segera dituntaskan dan di kemudian hari tidak terulang kembali. Sehingga semua potensi yang ada dapat disatukan untuk focus membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Ini semua merupakan persoalan komunikasi yang sebetulnya dapat diselesaikan secara baik dengan mengedepankan jiwa empati serta komunikasi dari hati. Istilah saya, berkomunikasilah dengan hati dan dilakukan secara hati-hati. Insya Allah komunikasi kita akan menyentuh hati siapapun yang menjadi lawan bicara,” ungkap Dr Aqua.

Seperti diberitakan Republika.co.id Sebelumnya, awal mula ‘konflik’ yang melibatkan eks Pangdam Jaya dengan politikus PDIP itu bermula dari rapat dengar pendapat yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (5/9/2022). Adapun KSAD Dudung Abdurachman tidak hadir dan diwakilan Wakil KSAD Letjen Agus Subiyanto

Dalam momen itu, Effendi menyinggung TNI layaknya gerombolan karena kelakuannya mirip dengan organisasi masyarakat (ormas). Dia prihatian atas informasi yang didapat lantaran hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak harmonis. Bahkan, Effendi menyebut, adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI. Dia mengaku, setiap kehadiran Andika di sebuah acara maka Dudung tidak ada.

Effendi juga menyoroti anak Dudung yang gagal lulus Akademi Militer (Akmil), namun karena KSAD melawan akhirnya sekarang harus diloloskan. “Ini TNI kaya gerombolan ini. Lebih-lebih ormas, jadinya tidak ada kepatuhan,” kata Effendi dalam RDP.

Beberapa hari kemudian, muncul beragam video kemarahan prajurit TNI AD, mulai tamtama, bintara, hingga perwira, yang tidak terima dengan ucapan Effendi. Rata-rata, personel TNI AD dari berbagai daerah se-Indonesia itu menuntut Effendi untuk meminta maaf, karena menyamakan TNI AD dengan gerombolan ormas.

Hadiah Tiket Pesawat untuk Sekeluarga

Dr Aqua selama ini dikenal sebagai sosok yang murah hati dan senang membahagiakan orang lain. Siapapun orang tersebut termasuk yang belum dikenalnya. Dalam setiap kesempatan sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi yang dijalankan ada saja orang-orang yang menangis bahagia karena diberikan kejutan terbaik.

Kali ini giliran Praka Trio Kurniawan yang mendapat kejutan menyenangkan. Di antara sekitar 280 prajurit dan istri yang hadir pada acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di Aula Makodam VI/Mulawarman, hanya dia yang dipanggil ke depan dan sekeluarga mendapat hadiah tiket pesawat Balikpapan – Semarang Pp.

dr aqua dwipayana tugu jatim
Praka Trio Kurniawan yang sekeluarga mendapat hadiah tiket pesawat Balikpapan – Semarang Pp dari Dr Aqua Dwipayana saat diminta mengucapkan Delapan Wajib TNI. Foto: dok Tugu Jatim

Hadiah itu diberikan oleh Dr Aqua dalam acara bertajuk “Membangun Komunikasi yang Sehat dalam Kehidupan Prajurit, ASN, dan Keluarga untuk Mengoptimalkan Kinerja”, belum lama ini.

Lebih istimewa lagi pemberian hadiah itu disampaikan Dr Aqua di depan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan istri Rahma Tri Budi serta para pejabat utama Kodam VI/Mulawarman. Semuanya kaget dengan hal tersebut. Mereka tidak menyangka Trio mendapat hadiah itu.

Saat menyampaikan tiga komitmen seluruh prajurit TNI yakni Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, Dr Aqua menanyakan apakah semua prajurit hafal ketiganya? Dengan serentak seluruh yang hadir menjawab, “Hafal…”

Sambil bercanda, Dr Aqua mengatakan ingin membuktikan jawaban tersebut. Kemudian dari kejauhan menunjuk seseorang di barisan belakang sambil jalan ke arah orang yang ditunjuk.

“Mas yang duduk di kursi barisan nomor dua dari belakang tolong ke depan. Saya ingin tahu apakah hafal tiga komitmen tersebut,” ujar Dr Aqua.

Orang yang ditunjuk bangkit dari tempat duduknya dan ke depan menghampiri Dr Aqua. Kehadirannya disaksikan semua peserta termasuk Tri Budi dan istrinya Rahma Tri Budi.

Kemudian Dr Aqua memintanya untuk memperkenalkan diri. “Saya Praka Trio Kurniawan, bertugas sebagai staf Pengendalian Keuangan Kodam VI/Mulawarman;” ungkap Trio.

Setelah itu Dr Aqua menanyakan suka dukanya menjadi prajurit TNI. Bapak satu anak itu mengatakan sukanya senang bisa mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Sedangkan dukanya saat pertama kali tugas di Balikpapan pada Desember 2013, saya sempat kaget karena di sini biaya hidupnya mahal. Harga air mineral Rp 9 ribu. Waktu itu dalam hati saya membayangkan bakal berat hidup di Kalimantan Timur. Untuk menambah penghasilan, saya memutuskan di luar waktu dinas melaksanakan aktivitas yang lain,” jelas Trio yang berasal dari Pati, Jawa Tengah.

Belakangan melalui WhatsApp (WA) kepada Dr Aqua, Trio mengungkapkan sempat menekuni pekerjaan sebagai sopir ojek online dari 2013 hingga 2016. Sukanya karena sering mendapat poin yang jumlahnya besar. Sedangkan dukanya bekerja hingga tengah malam dan penuh risiko.

Di Balikpapan Trio ketemu jodohnya yakni Novi Sri Hartatik yang berasal dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Mantingan, Karanganyar, dekat Bandara Adi Soemarmo Solo. Mereka menikah pada 2019. Kemudian dikaruniai satu anak, Satrio Damar Panuluh yang berusia 2 tahun 6 bulan.

“Semenjak pandemi Covid-19 kami sekeluarga belum ke Jawa Tengah lagi. Sekarang tiket pesawat mahal. Kami berencana Desember 2022 ini pulang kampung,” kata Trio spontan.

Mendengar itu, Dr Aqua langsung mengatakan akan memberi hadiah tiket pesawat kepada Trio sekeluarga. Itu sebagai apresiasi kepadanya yang telah lama mengabdi sebagai prajurit TNI di Kalimantan Timur.

Trio dan ratusan peserta yang hadir kaget dengan pernyataan Dr Aqua itu. Mereka serentak menyambutnya dengan bertepuk tangan. Mereka sama sekali tidak menyangka Dr Aqua bakal memberikan hadiah tersebut.

“Terima kasih Pak Aqua untuk hadiah tiket pesawatnya buat kami sekeluarga. Istri saya pasti senang sekali mendapat kabar gembira ini,” ungkap Trio yang datang ke acara itu sendirian.

Dr Aqua kemudian menanyakan kepada Trio apakah pernah mendengarkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Trio dengan tegas menjawab, “Siap…”

Jangan Sakiti Rakyat

aqua dwipayana tugu jatim
Dr Aqua Dwipayana bersama jajaran Pangdam VI/Mulawarman. Foto: dok Tugu Jatim

Kepada Trio diminta untuk menyebutkan satu persatu Delapan Wajib TNI. Hingga nomor lima dia masih lancar menyampaikannya. Kemudian tersendat-sendat. Melihat itu Dr Aqua berkomentar, “Mas Trio sebenarnya hafal Delapan Wajib TNI, namun lupa karena grogi dilihat ibu-ibu. Tolong dibantu untuk melengkapinya,” pinta Dr Aqua.

Selesai Tri mengucapkan Delapan Wajib TNI, bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu menyerahkan selembar uang berwarna merah kepada Trio sambil mempersilakannya duduk.

“Inti dari Delapan Wajib TNI itu adalah sebagai prajurit jangan pernah sekali pun menyakiti hati rakyat. Sampai hari ini TNI masih ada dan kuat karena mendapat dukungan penuh dari rakyat,” tegas doktor Komunikasi dari Universitas Padjadjaran itu.

Kemudian lanjut Dr Aqua yang tidak kalah pentingnya adalah yang nomor tiga yang isinya Menjunjung tinggi kehormatan wanita. Artinya setiap prajurit tanpa terkecuali harus menghormat wanita terutama istrinya. Jangan ada prajurit yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

aqua dwipayana tugu jatim
Para istri prajurit yang hadir pada acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di Aula Makodam VI/Mulawarman. Foto: dok Tugu Jatim

Berikut adalah isi lengkap tiga komitmen yang harus selalu ada pada diri setiap prajurit. Kemudian menjadi perilaku dalam kesehariannya.

Sapta Marga:
1. Kami warga negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan pancasila
2. Kami patriot Indonesia pendukung serta pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah
3. Kami kesatria Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran kebenaran dan keadilan.
4. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia adalah bhayangkari negara dan bangsa Indonesia.
5. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia memegang teguh disiplin patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit.
6. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas serta senan tiasa siap sedia berbakti kepada negara dan bangsa.
7. Kami prajurit Tentara Nasional Indonesia setia dan menepati janji dan sumpah prajurit.

Sumpah Prajurit:
• Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
• Tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.
• Taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.
• Menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia.
• Memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya.

Delapan Wajib TNI:
1. Bersikap ramah tamah terhadap rakyat.
2. Bersikap sopan santun terhadap rakyat.
3. Menjunjung tinggi kehormatan wanita.
4. Menjaga kehormatan diri di muka umum.
5. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya.
6. Tidak sekali-kali merugikan rakyat.
7. Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat.
8. Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Mengawali menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasinya Dr Aqua mengingatkan semua yang hadir untuk selalu bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak rezeki kepada mereka. Paling utama adalah kesehatan yang terasa sangat mahal terutama saat pandemi Covid-19.

Selain itu tambah pria yang hobi membaca ini, Tuhan memberi amanah kepada salah seorang jenderal terbaik di TNI Angkatan Darat yakni Mayjen TNI Tri Budi Utomo untuk memimpin Kodam VI/Mulawarman. “Jika sebelumnya Pak Tri Budi bertugas mengawal Presiden Jokowi bersama keluarga sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, kini tugasnya menjaga kelancaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Merupakan pekerjaan yang sangat mulia,” kata pria yang telah memotivasi sejuta orang baik di 34 provinsi di Indonesia maupun di puluhan negara.

aqua dwipayana tugu jatim
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo (tengah) didampingi Kasdam Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan (kanan) dan Irdam Indrayanto (kiri) dengan serius menyimak yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana. Foto: dok Tugu Jatim

Terkait dengan itu, Dr Aqua melanjutkan, di antara semua Kodam di Indonesia, selain Kodam Jaya, Kodam VI/Mulawarman secara positif menjadi sorotan. Tamu yang datang silih berganti. Layanilah semuanya sesuai kemampuan karena para tamu itu adalah rezeki.(*)