Dr Aqua Dwipayana: Pegawai Lapas Harus Membantu Para Warga Binaan dengan Nurani

Aqua Dwipayana. (Foto: dok Aqua Dwipayana/Tugu Jatim)
Dr Aqua Dwipayana di atas "compreng" yang menyeberangkannya dari Dermaga Wijayapura ke Pulau Nusakambangan pada Rabu malam (07/12/2022). (Foto: dok Aqua Dwipayana)

NUSAKAMBANGAN-CILACAP, Tugujatim.id – Semua warga binaan yang masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah orang yang bermasalah. Untuk itu seluruh pegawai harus membantu menuntaskan masalahnya, minimal mengeleminirnya.

Hal tersebut disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menjelang Sharing Komunikasi dan Motivasi bertajuk “Menuju Nusakambangan yang Modern, Berintegritas dalam Pengabdian” di hadapan para pegawai di Aula Ardha Candra Wismasari Nusakambangan, Kamis, 8 Desember 2022 pagi.

Pesertanya sekitar 200 orang. Mereka perwakilan dari 12 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bekerja di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia di Pulau Nusakambangan dan Kota Cilacap.

12 UPT itu adalah Lapas high risk Kelas I Batu, Lapas high risk Kelas IIA Pasir Putih, Lapas maximum Kelas IIA Besi, Lapas maximum Kelas IIA Narkotika, Lapas medium Kelas IIA Kembang Kuning, Lapas medium Kelas IIA Perrmisan, Lapas minimum Terbuka Kelas IIB, Balai Pemasyarakatan, Rumah Barang Sitaan Negara Cilacap, Lapas Kelas IIB Cilacap, dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap.

Ini bukan kali pertama pria dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut berkunjung dan menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Lapas. Pada beberapa sharing yang dilakukan, Dr Aqua menjadikan Lapas sebagai salah satu atensinya.

Pria santun dan senang menolong orang tersebut tercatat pernah memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi antara lain di Lapas Kelas IIA Narkotika Jayapura, Lapas Kelas IIA Abepura, Lapas Kelas II A Wirogunan Yogyakarta, Lapas Kelas IIB Tabanan Bali, Lapas Kelas IIB Singaraja, Buleleng, Bali, Lapas Kelas IIB Banyuwangi. Selanjutnya, Lapas dan Rutan Padang, Sawahlunto, Pariaman, dan Bukittinggi, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, dan Lapas-Lapas lainnya.

Lebih jauh, pria dengan jejaring pertemanan sangat luas itu menegaskan bahwa semua warga binaan di Lapas mestilah dilayani dengan mengedepankan nurani atau hati serta senantiasa hati-hati. Dengan demikian, setiap mereka yang menjalani hukuman di dalamnya akan terdorong menyadari kesalaan mereka dan bertaubat untuk tidak mengulangi hal serupa.

 

“Semua warga binaan di Lapas adalah saudara kita. Karena itu pendekatan kepada mereka harus dengan hati dan hati-hati. Selalulah menjadi pelayan yang baik. Melakukannya tanpa pamrih. Hanya mengharapkan ridho dan balasan dari Tuhan,” ujar Dr Aqua.

Menurut Dr Aqua, setiap pelayan itu pekerjaannya sangat mulia. Membantu orang banyak dan mencarikan solusi atas semua masalah yang ada.

Sebagai pelayanan, tambah Dr Aqua, di manapun bertugas harus memberikan layanan yang terbaik kepada orang yang dilayani. Sehingga mereka puas dan kesan positifnya mendalam sekali. Untuk menjadi pelayanan yang baik, ungkap Dr Aqua, harus selalu melaksanakan 3K yakni Kredibel, Komitmen, dan Konsisten. Dengan begitu keberadaannya diterima lingkungan.

Sangat Berat

Secara keseluruhan, Dr Aqua berencana bertahap mendatangi sekitar 560 Lapas dan Rutan di Indonesia dengan warga binaan lebih dari 260 ribu orang ini. Seluruh kegiatan yang ia lakukan bisa terjadi sepenuhnya karena Allah SWT.

“Saya menganggap semua peserta sharing termasuk semua warga binaan di Lapas dan Rutan adalah saudara saya sendiri. Alhamdulillah, komunikasi dengan mereka cair, akrab, dan tidak ada jarak. Padahal mereka umumnya baru pertama kali ketemu,” kata Dr Aqua yang dalam setiap sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada warga binaan Lapas dan Rutan selalu cair dan melakukan pendekatan personal sehingga menyentuh hati mereka.

Lapas di Nusakambangan sendiri dikenal sebagai lembaga pemasyarakatan yang menampung narapidana kelas berat, mulai dari terpidana kasus narkoba, hingga terpidana kasus terorisme, yang menjalani hukuman mati. Tak heran jika sistem pengamanan di Lapas Nusakambangan sangat ketat.

Tentu para petugas yang bekerja di sana juga memiliki beban dan tanggung jawab yang sangat berat. Dalam kaitan inilah, Dr Aqua merasa memiliki tanggung jawab untuk memotivasi para petugas untuk terus menjalankan peran dan tugasnya dengan optimal, penuh keikhlasan, dan tanggung jawab.

Pada kaitan ini, Dr Aqua kembali mengutip visi dan misi Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) untuk dijadikan pedoman dalam menjalankan tugas oleh seluruh insan Kemenkumham.

Visi

“Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif dan Berintegritas dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

Misi
1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yang Berkualitas dan Melindungi Kepentingan Nasional;
2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum yang Berkualitas;
3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi, Bermartabat dan Terpercaya;
4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan;
5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat;
6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan;
7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan.

Undangan I Putu Murdiana

Kepastian pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasi Dr Aqua di Lapas Nusakambangan didapatkan pada Senin (17/10/2022) sore.

Saat itu, Dr Aqua mendadak ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Agendanya hanya satu: silaturahim ke teman baiknya, I Putu Murdiana yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Batu Nusakambangan. Juga sebagai koordinator semua UPT di pulau itu dan Kota Cilacap yang berada di bawah Kemekumham.

Menurut Dr Aqua, ketika sedang makan malam di warung sederhana yang menyajikan aneka makanan yang rasanya yummy, Putu menyampaikan undangan kepada Dr Aqua untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi pada jajarannya. Ia langsung menyanggupinya.

“Siap Pak Putu. Saya akan datang lagi ke Nusakambangan untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada jajaran bapak. Gratis,” ucap Dr Aqua.

Putu gembira dengan respons tersebut. Sambil mengatakan akan mempersiapkan acaranya supaya optimal. Pada Selasa (6/12/2022) malam, Dr Aqua berangkat menuju Cilacap untuk memenuhi janji kepada Putu. Acara Sharing Komunikasi dan Motivasi digelar pada Kamis (8/12/2022) pagi. Rencananya hadir sekitar 200 peserta.

Pada Rabu (7/12/2022) malam , Dr Aqua menginap di Nusakambangan. Dr Aqua ingin merasakan langsung suasana di sana.

Bekerja Ikhlas

Dalam pertemuan tersebut, Dr Aqua menyimak semua yang disampaikan Putu. Sangat menarik. Apalagi selama di Nusakambangan Dr Aqua menyaksikan sendiri para sipir yang penuh keikhlasan bekerja di sana.

Aqua Dwipayana. (Foto: dok Aqua Dwipayana/Tugu Jatim)
Dr Aqua Dwipayana di Dermaga Wijayapura Kota Cilacap pada Rabu malam (07/12/2022) menjelang menyeberang ke Pulau Nusakambangan.(Foto: dok Aqua Dwipayana)

Tidak kalah menarik adalah kehidupan warga binaannya. Ada yang tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun termasuk keluarganya karena mendapat hukuman maksimal. Warga binaan kelas kakap tersebut setiap hari menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian di ruang tahanan tertutup. Tidak ada jendela atau lubang angin apa pun.

Juga tidak bisa berinteraksi dengan orang lain. Mereka tidak tahu hari dan waktu sebab di selnya tidak ada kalender dan jam.

Mereka Menderita

Saat menyimak cerita Putu tentang warga binaan yang terisolir tersebut, Dr Aqua membayangkan betapa menderitanya mereka. Meski itu terjadi karena ulah mereka sendiri. Jadi sesuai amal perbuatannya.

Aqua Dwipayana. (Foto: dok Aqua Dwipayana/Tugu Jatim)
Dr Aqua Dwipayana di Pantai Kopassus. (Foto: dok Aqua Dwipayana)

Waktu itu Putu juga mengajak Dr Aqua ke Pantai Permisan. Tempat yang biasa digunakan untuk pembaretan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang telah menyelesaikan pendidikan. Tempat itu rutin digunakan pasukan elite TNI AD tersebut. Sehingga sering juga disebut Pantai Kopassus.

Dari kejauhan terlihat pisau komando besar tertancap ke tanah yang berada di bukit batu. Latar belakang menarik sebagai tempat berfoto. Dr Aqua dan Putu berfoto di sana sebagai kenang-kenangan. (*)