MALANG, Tugujatim.id – Dua posko tanggap bencana didirikan Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang guna memberikan respon cepat sekaligus mengantisipasi dampak kedaruratan bencana alam.
Posko didirikan di Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru yang menjadi fokus utama lantaran terdampak paling parah saat banjir pada 4 Desember 2025 lalu.
Kedua posko diresmikan oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Posko didirikan di Jalan Letjen S Parman, Blimbing dan Simpang 3 Jembatan Suhat, Lowokwaru dengan personel aktif selama 24 jam non stop yang terbagi dalam 3 sift sejak Kamis (11/12/2025). Masing-masing Posko dilengkapi peralatan tanggap kedaruratan bencana dan akan menjadi pusat integrasi koordinasi lintas instansi hingga pusat informasi terpadu.
“Setiap posko diisi delapan personel. Kami sudah siapkan 3 sift di masing masing posko,” tegas Kombes Pol Nanang Haryono.
Nanang memastikan untuk personel yang disiagakan di Posko Tanggap Bencana ini merupakan pasukan berlatar belakang satuan Brimob berkompeten dalam penanganan bencana.
“Jadi yang bertugas di posko ini semua anggota yang memiliki kemampuan lebih dalam penyelamatan hingga operasi search and rescue,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berharap Posko Tanggap Bencana ini benar benar mampu mengantisipasi dampak kejadian benacan seperti banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Semoga bisa mengantisipasi. Nanti tim dari Polresta, Kodim, BPBD, relawan akan siaga apabila terjadi hal hal yang perlu penanganan cepat,” ujarnya.
Ia menyebut juga akan mendirikan posko di 3 kecamatan lain untuk memperluas upaya mitigasi kebencanaan di Kota Malang. Mengingat, prediksi BMKG terkait cuaca ekstrem masih berlangsung hingga Januari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








