TUBAN, Tugujatim.id – Operasi Zebra Semeru 2025 resmi dimulai di Tuban. Tahun ini fokus pengawasannya semakin dibuat melokal. Dua titik rawan kecelakaan atau yang dikenal sebagai blackspot, yakni Kecamatan Jenu dan Kecamatan Widang, menjadi perhatian utama Polres Tuban selama dua pekan pelaksanaan operasi.
Apel gelar pasukan yang dipimpin Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial. Personel gabungan yang dilibatkan dalam Operasi Zebra Semeru ini memastikan berjalan maksimal sejak 17 hingga 30 November 2025.
Baca Juga: Operasi Zebra Semeru 2025 di Kota Mojokerto, Ini Target Prioritasnya
Melalui amanat kapolda Jatim yang dibacakan wakapolres, disampaikan bahwa angka kecelakaan di Jawa Timur masih cukup tinggi. Selama Januari hingga Oktober 2025, tercatat 22.815 kasus dengan 2.792 korban meninggal dunia, 927 luka berat, dan lebih dari 33 ribu luka ringan. Data ini menjadi dasar kuat operasi digencarkan kembali.
Namun di Tuban, perhatian tidak digeneralisasi. Polisi menyasar dua ruas yang dianggap paling rawan. Jenu dan Widang selama ini sering mencatat insiden kecelakaan sehingga pada Operasi Zebra kali ini keduanya benar-benar dipantau ketat.
Dia juga kembali mengingatkan agar masyarakat ikut membantu menjaga keselamatan di jalan.
“Tetap tertib di jalan dan patuhi aturan berlalu lintas,” ucapnya.
Kasat Lantas Polres Tuban AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, dua wilayah rawan tidak lagi menjadi blackspot.
“Dua wilayah ini kami harapkan tidak lagi menjadi blackspot. Ini target kami ke depan,” ujar Kasat Lantas Polres Tuban AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie.
Kapolres Tuban Kerahkan 73 Personel
Sebanyak 73 personel dikerahkan sesuai surat perintah Kapolres Tuban. Meski demikian, seluruh anggota polres dan bhabinkamtibmas juga bakal terlibat di lapangan. Operasi tidak hanya berisi penindakan, tetapi juga pencegahan lewat edukasi.
Polisi menyasar sekolah, kampus, pesantren, hingga media sosial untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

Ada tujuh pelanggaran prioritas yang bakal jadi sasaran utama operasi: tidak memakai helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, pengendara di bawah umur, ngebut melebihi batas kecepatan, serta pengemudi dalam pengaruh alkohol.
Sebelum operasi berlangsung, langkah preemtif sudah dilakukan dengan mengimbau dan sosialisasi. Pelanggar yang dinilai masih bisa dibina akan diberi peringatan humanis.
“Kalau imbauan tetap diabaikan, tindakan terukur jadi pilihan terakhir,” tambah AKP Hariyazie.
Operasi Zebra Semeru 2025 di Tuban diharapkan benar-benar mampu menurunkan potensi kecelakaan di dua titik paling rawan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








