• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pita cukai kedaluwarsa. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Ilustrasi dugaan oknum kantor Bea Cukai Kabupaten Pasuruan bermain pita cukai kedaluwarsa. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Dugaan Permainan Mafia Pita Cukai Kedaluwarsa di Pasuruan, Libatkan Oknum Pegawai Bea Cukai

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Kasus dugaan adanya mafia yang mempermainkan pita cukai kedaluwarsa di Pasuruan mulai terendus. Diduga kasus tersebut melibatkan oknum pegawai Bea Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) Kabupaten Pasuruan.

Modus yang digunakan adalah menjual kembali pita cukai yang sudah kedaluwarsa dengan harga lebih murah. Menurut seorang pengurus Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Pasuruan yang enggan disebut namanya, pita cukai kedaluwarsa sejak 2016 ini dijual lagi dan ditawarkan kepada masyarakat.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Ada sebanyak tiga rim pita cukai kedaluwarsa yang pernah dijual. Tiap satu rimnya dihargai Rp 10 jt.

“Saya ditawari pita cukai rokok kedaluwarsa dengan harga murah. Per rimnya dia mintanya Rp 10 juta. Waktu itu ada dua sampai tiga rim pita cukai kedaluwarsa,” ujarnya pada Rabu (22/12/2021).

Meski pita cukai sudah kedaluwarsa, tapi masih laku dijual di pasaran. Pita cukai kedaluwarsa ini biasanya dibeli pemilik pabrik rokok rumahan di wilayah Pasuruan.

“Biasanya yang beli itu bos-bos pemilik pabrik rokok di Pasuruan. Hasil produksi rokok ditempeli pita cukai kedaluwarsa, lalu dijual ke luar Jawa,” imbuhnya.

Nantinya para penjual rokok beralasan dengan modus salah tempel pita cukai kedaluwarsa. Permainan para mafia cukai pita rokok ini sangat merugikan negara karena bisa memanipulasi penerimaan pajak negara.

“Bahkan, ada penguasa pasar rokok ada yang memasang pita cukai rokok filter ditempel ke rokok kretek. Cara ini biasanya dipakai buat manipulasi pajak negara,” ungkapnya.

pita cukai kedaluwarsa. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Ilustrasi oknum pegawai yang bermain-main kasus pita cukai kedaluwarsa. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Demi melancarkan permainannya, para mafia cukai rokok di Pasuruan ini diduga bekerja sama dengan oknum pegawai bea cukai untuk membuat laporan fiktif. Bahkan, diduga pabrik rokok yang sudah ditutup pun masih bisa dapat jatah pita cukai rokok.

“Misalnya pabrik rokok ini sudah tidak aktif, tapi tetap dapat jatah pita cukai rokok dengan membuat laporan fiktif seolah-olah masih aktif produksi,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubsi Penyidikan KPPBC Pasuruan Nanang Sekti W. membenarkan adanya oknum bea dan cukai yang bermain pita cukai kedaluwarsa. Namun, Nanang mengaku oknum tersebut sudah lama pensiun dan tidak lagi bekerja di bea cukai.

“Itu dulu memang pernah, tapi sekarang oknum itu sudah pensiun,” ujarnya.

Nanang juga menampik tudingan adanya permainan cukai rokok. Menurut dia, kini semua pemilik usaha rokok semuanya terdata secara online.

“Sekarang nggak bisa dimanipulasi. Semua pengajuan kuota pita cukai harus lewat online. Gak akan bisa dimanipulasi seperti itu,” ujarnya.

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari iniBerita terkiniMafia pita cukaiPasuruan hari iniPasuruan terkiniPita cukaiPita cukai kedaluwarsa
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Kasus korupsi. (Foto: Kejari Kabupaten Pasuruan/Tugu Jatim)

Dalami Kasus Korupsi Koperasi Susu PKIS Sekartanjung, Kejari Pasuruan Panggil Bendahara dan Sekretaris KPSP Setia Kawan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID