• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Santri An-Nur 2 Bululawang.

Orang tua korban dugaan penganiayaan di An-Nur 2 Bululawang, Kabupaten Malang, Abdul Aziz. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Dugaan Santri An-Nur 2 Bululawang Malang Babak Belur Dihajar Temannya, Orang Tua Tuntut Keadilan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kasus dugaan penganiayaan menimpa seorang santri An-Nur 2 Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu (26/11/2022). Korban berinisial DFA, 12, yang menimba ilmu di Pondok Pesantren An-Nur 2 Bululawang itu diduga dianiaya temannya sendiri. Akibatnya, korban memar di kedua kelopak mata, benjol di bagian kepala, patah tulang hidung, dan lebam di beberapa bagian badan.

Kasus santri An-Nur 2 Bululawang itu membuat ayah korban bernama Abdul Aziz mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/11/2022), sekitar pukul 11.30, tepatnya di sebuah ruang kelas. Terduga pelaku berinisial RK, 14, teman korban.

You might also like

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM
Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM

Abdul Aziz memilih melaporkan kejadian ini ke Polres Malang. Karena itu, petugas telah proses diversi antara pihak pelapor maupun terlapor pada Senin (02/01/2023).

Untuk diketahui, diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari peradilan menjadi di luar peradilan. Diversi bisa dilakukan melalui musyawarah antara pihak anak, orang tua/wali, dan pihak-pihak terlibat lainnya melalui pendekatan keadilan restoratif.

Abdul menceritakan tahu dugaan penganiayaan tersebut dari istrinya yang kebetulan datang ke pondok di hari kejadian. Menurut Abdul, saat itu istrinya memiliki firasat yang tidak enak.

“Apabila istri saya tidak punya firasat jelek, ini tidak ada yang tahu kejadiannya. (Anak saya) sampai tergeletak, sampai berdarah dari hidung,” kata Abdul saat ditemui usai proses mediasi di Polres Malang, Senin (02/01/2023).

Mengetahui anaknya terluka, Abdul segera membawanya ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Dia juga meminta visum sebagai bukti dalam pelaporan ke polisi.

“(Anak saya) dilarikan ke sana (RSSA). Kemudian saya bikin laporan polisi di sini (Polres Malang). Kemudian saya minta visum,” ujarnya.

Abdul menjelaskan, anaknya menjadi korban penganiayaan diduga karena dia melaporkan RK yang bolos pelajaran. Namun, menurut Abdul, itu adalah fitnah.

“Karena yang bersangkutan (RK) tidak mau verifikasi itu benar dan tidak, maka setelah pelajaran sudah selesai, ditutuplah pintu kelas, dieksekusilah di situ. Dia naik ke meja, (anak saya) ditendang, dipukuli, diinjak-injak, sampai terkencing-kencing. Sampai memohon ampun dan seterusnya, tapi tidak dipedulikan. Setelah itu (anak saya) tergeletak, ditinggal,” papar Abdul.

Dia mengaku RK telah meminta maaf dan dia sudah memaafkan. Tapi, dia meminta proses hukum tetap berjalan.

“Secara kemanusiaan sudah saya maafkan. Tapi secara proses hukum (tetap berjalan) agar ada pertanggungjawaban pondok pesantren, yang bersangkutan (RK), dan orang tuanya,” tegas Abdul.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, hasil mediasi dari pihak terlapor berharap pihak pelapor memaafkan perbuatannya. Namun, seperti yang disebutkan di atas, pihak pelapor atau orang tua korban ingin proses hukum tetap berjalan.

“Tadi saat mediasi, pihak pelapor berharap agar perkara ini tetap berlanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Wahyu.

Hingga saat ini, dia mengatakan, polisi telah memeriksa sembilan korban, baik dari saksi maupun pihak terlapor. Langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh kepolisian adalah menggelar perkara dan menetapkan tersangka.

“Setelah penetapan tersangka sesuai prosedur, kami tetap akan melakukan diversi dengan mengundang kedua belah pihak baik dan instansi terkait,” ujar Wahyu.

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniBerita penganiayaanBerita penganiayaan santri An-Nur 2 BululawangKabupaten Malang hari iniKasus dugaan penganiayaanKasus penganiayaan santriKorban penganiayaanPelaku penganiayaan di Kabupaten MalangPenganiayaan santri di Kabupaten MalangSantri An-Nur 2 BululawangSantri An-Nur 2 Bululawang Kabupaten Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Next Post
Penganiayaan santri An-Nur 2 Bululawang.

Kasus Dugaan Penganiayaan Santri An-Nur 2 Bululawang Malang, LPA Jatim: Jangan Sampai ke Pengadilan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID