MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ekskavasi situs Bhre Kahuripan di Klinterejo, Sooko, Kabupaten Mojokerto, telah berjalan lebih dari sepuluh hari. Sementara itu, hasil dari ekskavasi bahwa struktur pagar pada sisi utara situs serta sebelah timur lapangan mulai tampak.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan sekaligus Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Muhammad Ichwan menjelaskan, ekskavasi untuk sisi utara situs Bhre Kahuripan mencapai 50 persen. Kemudian pada sisi sebelah paling timur pagar situs turut ditemukan dan diduga struktur penguat pagar sisi timur laut.
“Kami sedang mencoba penggalian pada ujung timur pagar dengan harapan mendapatkan bagian yang menonjol terhadap pagar. Apakah struktur tersebut penguat sudut pagar timur laut pada sisi pagar utara, hal itu masih kami dalami,” terang Ichwan, Jumat (12/07/2024).
Ichwan juga menambahkan, tim ekskavasi BPK Wilayah XI Jatim mulai mengukur dan membuat grid pada sisi selatan situs Bhre Kahuripan di ladang jagung. Hal tersebut bertujuan guna mencari struktur pagar sisi selatan.
“Ada indikasi untuk sisi sebelah selatan situs Bhre Kahuripan terdapat struktur pagar. Kami ukur sekalian bikinkan grid untuk sinkronisasi temuan pagar sisi utara dan sisi selatan nanti. Semoga dan kami harap ekskavasi selama 25 hari bisa mengungkap struktur pagar keliling Bhre Kahuripan,” ujar Ichwan.
Dia mengatakan, hasil temua ekskavasi pagar Bhre Kahuripan sisi utara diduga merupakan tapak gapura atau disebut pula bagian bawah gapura. Diduga pula bentuk tapak tersebut sama dengan temuan 3 tapak gapura bagian lapangan saat ekskavasi pada 2023 lalu.
“Temuan kami saat ekskavasi pada 2023 lalu di lapangan, ditemukan 3 bagian yang sama dan menonjol keluar dari pagar. Kami tafsirkan sebagai tapak bawah gapura. Memang kami dapatkan pula bentuk hampir sama dengan tapak atau bagian bawah dari gapura, namun skalanya lebih kecil. Saat ini masih kami teliti dan belum bisa menduga apakah itu bangunan gapura atau penguat pilar pagar,” beber Ichwan.
Sementara itu, temuan lepas dari tim ekskavasi sendiri meliputi benda-benda fragmentaris alias berupa pecahan gerabah baik dari wadah peralatan sehari-hari pada zaman Majapahit silam maupun pecahan keramik.
“Kami harap, tim ekskavasi dalam waktu 25 hari bisa mendapatkan hipotesa yang diharapkan yakni pagar keliling situs Bhre Kahuripan,” ujar Ichwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








