TUBAN, Tugujatim.id – Memasuki musim kemarau tahun ini setidaknya empat desa di Tuban mulai minta bantuan droping air bersih. Tiga desa berada di Kecamatan Grabagan, yaitu Desa Ngandong, Desa Grabagan dan Desa Gesikan, serta satu desa di Kecamatan Merakurak, yakni Desa Turiwi Kulon.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji menyatakan, meski musim kemarau tahun ini diprediksi tidak berlangsung lama masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana kekeringan. Berdasarkan prediksi dari BMKG, wilayah Kabupaten Tuban akan mengalami musim hujan kembali sekitar akhir bulan Juli hingga awal Agustus. Namun, mitigasi bencana kekeringan tetap harus dilakukan.
Walaupun musim kemarau tahun ini diprediksi tidak sepanjang tahun 2023, potensi kebakaran masih sangat tinggi. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana kebakaran.
“Jika krisis air masih bisa diatasi dengan droping air, kebakaran harus dicegah sedini mungkin,” ungkap Sudarmaji, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tuban, Kamis (18/7/2024).

Mantan Kepala Dinas PRKP Tuban juga menyatakan sebanyak 46 desa harus mewaspadai kemungkinan terjadinya krisis air bersih, sama seperti tahun 2023. Upaya antisipasi dan mitigasi terus dilakukan untuk mencegah dampak buruk dari kekeringan yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat dan sektor pertanian.
“Kami juga mengingatkan para petani untuk cermat membaca cuaca. Anomali cuaca dapat berdampak pada masa tanam, sehingga petani harus pandai dalam mengatur waktu tanam agar tidak merugi,” tambah Sudarmaji.
Langkah antisipasi yang tepat diharapkan dapat meminimalisir dampak dari musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kebutuhan air bersih di desa-desa yang rawan mengalami krisis air. Guna mengatasi kekurangan air bersih, BPBD Tuban telah menyiapkan droping air ke desa-desa yang membutuhkan.
Selain itu juga dilakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan waspada terhadap potensi kebakaran juga terus digalakkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








