MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tim sepak bola Mojokerto proyeksi porprov masih menyimpan pekerjaan rumah. Empat posisi dipandang menjadi titik lemah pasca uji coba melawan tim PON Jatim 2024 di Lapangan Unesa Surabaya, Jumat (19/07/2024).
Pelatih Nono Srihartowo mengatakan, pekerjaan rumah tersebut menjadi poin penting. Empat posisi yang dimaksud Nono meliputi posisi bek kanan, bek kiri, serta pemain sayap kanan dan sayap kiri.
“Untuk pemain pada posisi lain sudah lumayan. Buktinya pas babak pertama kami hanya kebobolan 1 gol saja. Namun sayang pas babak kedua malah kebobolan 3 gol,” ujar Nono, Jumat (19/07/2024).
Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Mojokerto Kupas soal Empat Dimensi Indikator Kerawanan Pemilu
Nono melanjutkan, empat posisi tersebut sudah menunjukkan kelemahan sejak latihan rutin beberapa waktu lalu. Selain itu, kualitas skuad pelapis belum mendekati performa tim inti.
“Akhirnya harus kami terima 3 gol kebobolan pada babak kedua. Padahal babak pertama sudah bagus hanya kebobolan 1 gol saja,” ujarnya.
Minimnya bibit pemain asal Bumi Majapahit pada empat posisi yang dimaksud Nono turut diduga membuat komposisi skuad utama dan cadangan belum setara.
Baca Juga: Pakar Pendidikan UM Surabaya Soroti Kebijakan Kemendikbud Hapus Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa
“Pemain yang sudah ada saja kami latih. Memang waktu masih lama. Namun idealnya utama dan cadangan kualitasnya bisa mendekati, tidak terlalu jauh kualitasnya,” urai Nono.
Meski demikian, Nono mengaku memberi apresiasi atas penampilan anak asuhnya. Walau kalah dengan selisih gol lumayan banyak, Nono mengaku hal tersebut memberi pelajaran berharga.
“Terutama tentang lini mana saja yang butuh perhatian lebih. Tapi kami salut dengan permainan anak-anak, sudah mulai bagus,” ungkap Nono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








