• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Koin Jagat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi marah besar karena taman dan sejumlah jalur hijau maupun properti dirusak pemburu koin Jagat. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

6 Taman Rusak gara-gara Pemburu Koin Jagat, Eri Cahyadi Geram Cari Pelaku dan Minta Komdigi Blokir Aplikasi

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Fenomena perburuan koin Jagat kian meresahkan warga Kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut sedikitnya ada enam taman dan sejumlah jalur hijau rusak disebabkan pemburu koin Jagat.

Sekadar informasi, koin Jagat merupakan permainan (game) berbasis aplikasi yang kini tengah naik tahun di media sosial. Permainan ini menawarkan berburu koin virtual di dunia nyata melalui fitur interaktif aplikasi Jagat. Hingga kini, game tersebut telah diunduh lebih dari 5 juta kali sejak peluncurannya pada 2022.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Uniknya, koin virtual yang dikumpulkan dapat ditukar dengan uang tunai. Namun, nilai koin bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga Rp100 juta.

Baca Juga: Masalah Keuangan Diduga Picu Karyawan RSUB Malang Bunuh Diri, Korban Bakal Gelar Resepsi Pernikahan 24 Januari 2025

Dampak permainan tersebut, taman rusak akibat oknum tidak bertanggung jawab memburu koin Jagat dengan menginjak tanaman hingga merusak properti fasilitas umum (fasum). Dilaporkan kerusakan itu terjadi di Taman Bungkul, Taman Lumumba, Taman Prestasi, Taman Teratai, Taman Paliatif, dan Taman Ekspresi.

“Bahkan, ada yang menggali tanah dan mencongkel paving untuk mencari koin. Ini sudah sangat merugikan,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto dari keterangan yang diterima Tugujatim.id pada Jumat (17/01/2025).

Diketahui, kerusakan tidak hanya taman, namun properti kota seperti lampion berbentuk naga di kawasan Genteng Kali juga rusak. Satpol PP pun mengawasi secara intensif di area taman maupun fasilitas umum (fasum) lainnya.

Menariknya, personel Satpol PP Surabaya juga diinstruksikan menginstal aplikasi Koin Jagat untuk memantau lokasi aktivitas pemburu.

“Kami bisa lebih dulu datang ke lokasi dan membubarkan mereka. Selain itu, masyarakat juga kami imbau untuk melapor jika melihat tindakan perusakan,” tutur Kepala Satpol PP Surabaya M. Fikser.

Baca Juga: Pasca Karyawan RSUB Malang Diduga Bunuh Diri, Direktur Rumah Sakit Enggan Ungkap Identitas Korban

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi kerusakan yang diakibatkan para pemburu koin Jagat itu. Dia pun meminta pihak kepolisian untuk mencari para pelaku kerusakan ditindak lebih lanjut.

Selain itu, Eri juga telah memohon secara resmi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk memblokir aplikasi Koin Jagat tersebut.

“Fenomena ini tidak hanya merusak taman kota, tetapi juga membahayakan masyarakat. Kami telah meminta Kemenkomdigi untuk memblokir aplikasi Jagat yang tersedia di Google Play dan Apple Store,” kata Eri.

Dia pun berharap aplikasi ini segera diblokir untuk menghindari kerusakan lebih parah lagi.

“Koin Jagat ini bisa memicu keresahan di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga orang tua. Jika dibiarkan, ini bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar, termasuk potensi konflik antar pemburu koin,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Aplikasi Koin JagatBerita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniPemburu koin JagatPemburu koin Jagat di Surabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Jakarta Electric PLN

Perkasa! Jakarta Electric PLN Taklukkan Gresik Petrokimia di Proliga 2025 dalam 3 Set Tanpa Balas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID