MOJOKERTO, Tugujatim.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin dilaporkan menurun. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap angka kemiskinan di Mojokerto selama periode Maret 2025.
“Perekonomian Kabupaten Mojokerto tumbuh positif sebesar 5,01 persen pada triwulan pertama 2025 (year-on-year) serta program bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah cukup efektif dan berdampak,” kata Kepala BPS Kabupaten Mojokerto Dwi Yuhenny dalam keterangan resmi, Sabtu (13/09/2025).
Bantuan tersebut berupa pangan, sembako, atau lainnya yang dibelanjakan untuk kebutuhan pokok yang termasuk basket komoditas. Dengan demikian, bantuan ini bisa menambah konsumsi masyarakat.
Untuk mengukur angka kemiskinan di Mojokerto, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dari pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.
Baca Juga: Data BPS, Angka Kemiskinan di Mojokerto 2025 Menurun
Garis kemiskinan (GK) terdiri dari dua komponen, yakni garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM). Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.
Garis kemiskinan makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori per kapita per hari. Sementara paket komoditas kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditas seperti padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dan lainnya.
Garis kemiskinan bukan makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditas kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditas untuk daerah perkotaan dan 47 jenis komoditas untuk daerah perdesaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








