• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
FEB Unisma.

Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSI memberikan cenderamata kepada Dr Luzile Satur dari University of Cologne, Jerman. (Foto: dok FEB Unisma)

Visiting Scholar, FEB Unisma Kupas Ilmu Antropologi dengan Dunia Bisnis Bersama Pakar asal Jerman

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) mengadakan Visiting Scholar pada Kamis (01/09/2023). Acara FEB Unisma ini mendatangkan Dr Luzile Satur dari University of Cologne, Jerman, yang mengupas soal ilmu antropologi dengan dunia bisnis.

Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSI saat membuka acara menyampaikan, era globalisasi terdapat banyak perusahaan maupun organisasi yang beraktivitas melewati batas-batas wilayah suatu negara/ internasional. Karena itu, dia mengatakan, elemen-elemen di dalam organisasi atau perusahaan membutuhkan sistem yang mengatur agar profesionalitas dapat tetap terjaga.

You might also like

Sekolah Rakyat.

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Parigi Moutong Sulteng Penuhi Syarat, Masuk Tahap Lelang

22/07/2026 9:10 AM
Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Berita FEB Unisma.
Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSI memberikan sambutan. (Foto: dok FEB Unisma)

“Sangat perlu adanya cross culture management dalam suatu kelompok internasional. Sebab, perbedaan latar belakang dari masing-masing komponen tentunya memengaruhi sifat dan cara kerja dari kelompok tersebut. Nah, peran manajemen sebagai alat komunikasi sehingga elemen-elemen tersebut dapat saling mengerti satu sama lain. Tujuannya agar kinerja elemen itu maksimal,” tutur Diana.

Dia juga melarang belajar terpatok pada ilmu ekonomi dan bisnis saja, tapi harus berkembang dengan ilmu lainnya.

Visiting scholar FEB Unisma.
Dr Luzile Satur dari University of Cologne, Jerman, saat menyampaikan materi. (Foto: dok FEB Unisma)

“Munculnya bisnis internasional atau multinational company akan berimbas pada perubahan perilaku dari individu dari wilayah negara yang berbeda. Mulai dari perilaku konsumen, budaya perusahaan, dan interaksi sosial di tempat kerja,” ujarnya.

Dia berharap para peserta atau para peneliti mendapatkan novelty dalam mengembangkan penelitian baru yang dapat menghubungkan bidang kajian antropologi, social science ekonomi, dan bisnis membawa manfaat positif bagi dunia bisnis.

Visiting scholar di FEB Unisma.
Para peserta cross culture management FEB Unisma yang tampak antusias. (Foto: dok FEB Unisma)

Sementara itu, Dr Luzille Satur yang merupakan periset andal di bidang Culture & Social Sciences memberi insight terkait pentingnya mempelajari ilmu antropologis dalam konteks bisnis global. Sebab, memberi wawasan yang berharga dalam memahami perilaku manusia di dalam sebuah perusahaan.

Dia menggambarkan bagaimana pemahaman terhadap budaya, norma, dan nilai-nilai sosial dalam sebuah organisasi bisnis bisa menjadi kunci untuk kesuksesan perusahaan. Contohnya perbedaan antara budaya barat dan budaya lainnya.

Peserta visiting scholar di FEB Unisma.
Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSI dan Dr Luzile Satur dari University of Cologne, Jerman, foto bersama dengan para peserta. (Foto: dok FEB Unisma)

Menurut dia, budaya barat cenderung lebih terstruktur dan tepat waktu. Mereka mengutamakan perjanjian yang jelas, bahkan hingga melibatkan keluarga dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Ini adalah hal yang sangat berbeda dari budaya-budaya lain yang mungkin lebih fleksibel dan tidak terlalu terikat pada jadwal yang ketat.

Acara FEB Unisma ini juga menggelar sesi tanya jawab. Para peserta aktif berdiskusi bersama Dr Luzile Satur. Peluang ini memberi wawasan luas dan berharga serta menginspirasi para peserta yang hadir. Harapannya akan mengilhami penelitian-penelitian lanjutan yang lebih mendalam soal keterkaitan antropologi dan social sciences dengan dunia bisnis di masa mendatang. (adv)

Editor: Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat.

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Parigi Moutong Sulteng Penuhi Syarat, Masuk Tahap Lelang

by Dwi Linda
22/07/2026 9:10 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memasuki tahap lelang setelah seluruh persyaratan...

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Next Post
anies tugu jatim

Deklarasi Anies-Imin di Surabaya, Surya Paloh: Selamat Tinggal Politik Cebong-Kampret

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID