Tugujatim.id – Tahun 2025 beberapa bulan lagi berakhir, namun sepanjang tahun ini langit dipenuhi dengan beragam fenomena astronomi yang menarik perhatian. Mulai dari gerhana bulan total, parade planet, hingga hujan meteor yang bisa diamati hampir sepanjang tahun.
Fenomena tersebut diungkapkan oleh Gerhana Puanandra Putri, M.Si, peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN, dalam acara Dovida (Dialog Obrolan Fakta Ilmiah Populer dalam Sains Antariksa) yang ditayangkan di akun resmi YouTube Pusat Riset Antariksa Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Puan, fenomena astronomi bukan sekadar tontonan di langit, melainkan juga momen untuk memahami keteraturan alam semesta.
“Benda-benda langit masih menyimpan banyak rahasia. Pesan saya, sekali-kali lihatlah langit malam. Banyak keindahan dan ilmu yang bisa kita gali dari sana,” ungkapnya.
Apa Itu Fenomena Astronomi?
Fenomena astronomi mencakup berbagai peristiwa yang melibatkan bumi, bulan, matahari, dan planet lain di tata surya. Misalnya:
- – Okultasi, ketika satu objek menutupi objek lain, seperti bulan menutupi bintang.
- Transit, pergerakan objek kecil melewati objek besar, contohnya transit Venus di depan matahari.
- Gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari.
- Oposisi dan konjungsi, yang terjadi saat planet berada pada posisi tertentu terhadap matahari.
- Hujan meteor, komet, hingga aurora, yang menjadi fenomena langit paling populer.
Daftar Fenomena Langit 2025
Gerhana Bulan total 7 September 2025, tentu menjadi yang paling ditunggu karena bisa dinikmati dari langit Indonesia. Selain itu, fenomena langit apa saja yang terjadi disepanjang tahun 2025 ini di Indonesia?
1. Parade Planet – Januari 2025
Sejak awal tahun, masyarakat bisa menyaksikan fenomena langka ketika beberapa planet seperti Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Uranus tampak sejajar dari bumi. Meski terlihat sejajar, posisi tersebut hanya ilusi dari sudut pandang pengamat di bumi dan tidak berpengaruh pada gravitasi maupun kondisi bumi.
2. Gerhana Bulan Total – 7 September 2025
Fenomena ini menjadi sorotan utama karena dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Gerhana bulan total atau khusuf terjadi ketika bumi sepenuhnya menutupi cahaya matahari yang menuju bulan, sehingga bulan tampak berwarna merah gelap atau dikenal dengan istilah blood moon.
3. Okultasi Bintang Beta Tauri – 11 Oktober 2025
Pada momen ini, bulan akan melintas dan menutupi bintang Beta Tauri. Okultasi menjadi tontonan unik karena memperlihatkan interaksi antar benda langit yang jarang terjadi.
4. Hujan Meteor
Sepanjang tahun 2025, sejumlah hujan meteor dapat diamati dari Indonesia, di antaranya:
- Quadrantids (Januari)
- Lyrids (April)
- Eta Aquarids (Mei)
- Perseids (Agustus)
- Orionids (Oktober)
- Leonids (November)
- Geminids (Desember)
Fenomena hujan meteor ini biasanya bisa disaksikan tanpa teleskop, cukup dari lokasi yang minim polusi cahaya.
Fakta: Kapan Saja Blood Moon Terjadi di Indonesia?
Menurut NASA, istilah Blood Moon merujuk pada warna merah bulan selama gerhana bulan total. Fenomena ini terjadi karena saat bumi berada di antara bulan dan matahari, cahaya yang mencapai bulan hanya berasal dari tepi atmosfer bumi. Molekul udara menyebarkan cahaya biru, sementara cahaya merah diteruskan hingga membuat bulan tampak kemerahan.
Gerhana bulan memang cukup sering terjadi, tetapi tidak semua wilayah bumi bisa menyaksikan fase totalitas. Rata-rata, sebuah lokasi hanya dapat menyaksikan Blood Moon sekitar sekali setiap 2,5 tahun.
Tahun 2025 sendiri istimewa karena akan terjadi Tetrad Lunar Eclipse, yaitu gerhana bulan total beruntun dalam dua tahun. Di antaranya pada 13–14 Maret 2025 dan 7–8 September 2025.
Indonesia pun pernah beberapa kali menjadi saksi fenomena Blood Moon. Misalnya pada 8 November 2022, gerhana bulan total berlangsung mulai pukul 15.00.38 WIB hingga 20.57.43 WIB, dengan puncak pada 17.59 WIB. Seluruh fase dapat diamati di banyak wilayah Indonesia.
Sebelumnya, pada 28 Juli 2018, terjadi gerhana bulan total terlama di abad ke-21. Puncak totalitas berlangsung sekitar pukul 03.22 WIB dengan durasi 103 menit. Observatorium Bosscha dan sejumlah pengamat astronomi berhasil mendokumentasikan proses gerhana secara detail, termasuk warna merah gelap bulan di fase totalitasnya.
Kini, gerhana bulan total kembali akan menghiasi langit Indonesia pada 7–8 September 2025. Menurut Time and Date, seluruh fase akan terlihat jelas dari Jakarta dan hampir seluruh wilayah Indonesia.
BRIN bahkan memprediksi bahwa setelah gerhana ini, fenomena serupa juga dapat diamati di Indonesia pada 3 Maret 2026, 31 Desember 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032, dan 18 Oktober 2032.
Dengan berbagai fenomena astronomi yang terjadi sepanjang 2025, tahun ini menjadi momen istimewa bagi para pecinta langit. Mulai dari parade planet, hujan meteor, hingga gerhana bulan total, setiap fenomena dapat menjadi sarana edukasi, riset, sekaligus hiburan alam yang sayang dilewatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








