• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Festival Kue Bulan

Perayaan Festival Kue Bulan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San Kecamatan Panti Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Festival Kue Bulan di Klenteng Pay Lien San, Simbol Syukur dan Harmoni Lintas Generasi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
10 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Halaman Klenteng Pay Lien San di Karang Asem, Glagahwero, Panti dipenuhi kerumunan warga yang begitu antusias, Malam Senin, 6 Oktober 2025. Ribuan orang dari berbagai kalangan hadir dalam peringatan ritual tahunan Festival Kue Bulan, sebuah upacara sakral yang telah mengakar kuat dalam khazanah komunitas etnis Tionghoa.

Momen spiritual ini dipenuhi lantunan doa dan aktivitas keagamaan yang mencerminkan apresiasi mendalam terhadap segala karunia yang dilimpahkan sepanjang musim panen.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Upacara pemujaan bulan purnama ini bersumber dari kisah klasik tentang sosok bidadari surgawi yang menambal celah di langit demi menyelamatkan kesuburan tanah. Mitos kuno tersebut melambangkan dedikasi tanpa pamrih untuk menjaga harmoni kosmis, filosofi yang tetap dipegang teguh melalui praktik ritual lintas generasi.

Hery Nofem Stadiono, yang dikenal dengan nama Jap Swie Liong selaku pimpinan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San, mengungkapkan bahwa upacara ini telah berlangsung sejak bangunan suci tersebut masih berupa konstruksi sangat sederhana.

“Sejak awal berdiri, kami konsisten menyelenggarakan momentum ini sebagai komitmen menjaga warisan leluhur dan mengungkapkan rasa bersyukur,” katanya.

Festival Kue Bulan
Perayaan Festival Kue Bulan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San Kecamatan Panti Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Tahun ini, acara berlangsung dengan nuansa kekhusyukan yang luar biasa. Beberapa jamaah mengalami kondisi trans yang dipercaya sebagai medium komunikasi dengan entitas spiritual.

“Tidak semua orang memiliki sensitivitas spiritual untuk menjadi saluran pesan suci dari dimensi lain,” papar Jap Swie Liong.

Di sisi lain, Kanjeng Hendry sebagai wakil pimpinan klenteng menegaskan bahwa inti perayaan terletak pada ekspresi syukur kepada alam semesta.

“Ini merupakan bentuk penghormatan kepada penguasa bumi sekaligus permohonan keberkahan material dan spiritual,” jelasnya.

Menurut Hendry, dalam pandangan spiritual masyarakat Tionghoa, perayaan ini juga dijadikan kesempatan meminta pasangan hidup dan kemakmuran melalui permohonan kepada dewi purnama.

“Konon pada waktu ini, delapan makhluk surgawi, termasuk sang dewi bulan, turun mengunjungi dunia fana,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar dimensi religius, perayaan ini juga menyuarakan pesan persatuan yang kuat. Setiap individu diingatkan untuk menghargai keragaman sebagai anugerah yang memperkaya dinamika sosial.

“Kami berharap masyarakat senantiasa rukun, sejahtera, dan semua cita-cita di tahun berjalan dapat terwujud,” ungkap Jap Swie Liong penuh harap.

Perayaan di klenteng Pay Lien San melampaui fungsi sebagai ritual keagamaan semata—ia menjadi wadah mempererat ikatan sosial, mengabadikan tradisi leluhur, serta menguatkan semangat kerukunan di tengah pluralitas.

“Pokoknya, kami memanjatkan harapan ke semesta agar setiap usaha positif dimudahkan jalannya,” tutup Hendry.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberFestival JemberJemberKabupaten JemberKlenteng Pay Lien San Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
PKL Alun-alun Tuban

Pemkab Tuban: Penataan Alun-alun Harus Tetap Jalan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID