• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Festival Kue Bulan

Perayaan Festival Kue Bulan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San Kecamatan Panti Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Festival Kue Bulan di Klenteng Pay Lien San, Simbol Syukur dan Harmoni Lintas Generasi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
8 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Halaman Klenteng Pay Lien San di Karang Asem, Glagahwero, Panti dipenuhi kerumunan warga yang begitu antusias, Malam Senin, 6 Oktober 2025. Ribuan orang dari berbagai kalangan hadir dalam peringatan ritual tahunan Festival Kue Bulan, sebuah upacara sakral yang telah mengakar kuat dalam khazanah komunitas etnis Tionghoa.

Momen spiritual ini dipenuhi lantunan doa dan aktivitas keagamaan yang mencerminkan apresiasi mendalam terhadap segala karunia yang dilimpahkan sepanjang musim panen.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Upacara pemujaan bulan purnama ini bersumber dari kisah klasik tentang sosok bidadari surgawi yang menambal celah di langit demi menyelamatkan kesuburan tanah. Mitos kuno tersebut melambangkan dedikasi tanpa pamrih untuk menjaga harmoni kosmis, filosofi yang tetap dipegang teguh melalui praktik ritual lintas generasi.

Hery Nofem Stadiono, yang dikenal dengan nama Jap Swie Liong selaku pimpinan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San, mengungkapkan bahwa upacara ini telah berlangsung sejak bangunan suci tersebut masih berupa konstruksi sangat sederhana.

“Sejak awal berdiri, kami konsisten menyelenggarakan momentum ini sebagai komitmen menjaga warisan leluhur dan mengungkapkan rasa bersyukur,” katanya.

Festival Kue Bulan
Perayaan Festival Kue Bulan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San Kecamatan Panti Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Tahun ini, acara berlangsung dengan nuansa kekhusyukan yang luar biasa. Beberapa jamaah mengalami kondisi trans yang dipercaya sebagai medium komunikasi dengan entitas spiritual.

“Tidak semua orang memiliki sensitivitas spiritual untuk menjadi saluran pesan suci dari dimensi lain,” papar Jap Swie Liong.

Di sisi lain, Kanjeng Hendry sebagai wakil pimpinan klenteng menegaskan bahwa inti perayaan terletak pada ekspresi syukur kepada alam semesta.

“Ini merupakan bentuk penghormatan kepada penguasa bumi sekaligus permohonan keberkahan material dan spiritual,” jelasnya.

Menurut Hendry, dalam pandangan spiritual masyarakat Tionghoa, perayaan ini juga dijadikan kesempatan meminta pasangan hidup dan kemakmuran melalui permohonan kepada dewi purnama.

“Konon pada waktu ini, delapan makhluk surgawi, termasuk sang dewi bulan, turun mengunjungi dunia fana,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar dimensi religius, perayaan ini juga menyuarakan pesan persatuan yang kuat. Setiap individu diingatkan untuk menghargai keragaman sebagai anugerah yang memperkaya dinamika sosial.

“Kami berharap masyarakat senantiasa rukun, sejahtera, dan semua cita-cita di tahun berjalan dapat terwujud,” ungkap Jap Swie Liong penuh harap.

Perayaan di klenteng Pay Lien San melampaui fungsi sebagai ritual keagamaan semata—ia menjadi wadah mempererat ikatan sosial, mengabadikan tradisi leluhur, serta menguatkan semangat kerukunan di tengah pluralitas.

“Pokoknya, kami memanjatkan harapan ke semesta agar setiap usaha positif dimudahkan jalannya,” tutup Hendry.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberFestival JemberJemberKabupaten JemberKlenteng Pay Lien San Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
PKL Alun-alun Tuban

Pemkab Tuban: Penataan Alun-alun Harus Tetap Jalan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID