TUBAN, Tugujatim.id – Pemkab Tuban mengatakan penataan kawasan Alun-alun Tuban harus tetap jalan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, mengatakan Pemerintah memahami aspirasi para pedagang. Namun, menurutnya, penataan kawasan Alun-alun juga harus tetap dijaga agar tidak semrawut seperti sebelumnya.
“Kami menyadari tuntutan yang disampaikan. Tapi memang kami terbentur dengan masalah penataan lokasi. Dua titik relokasi yang disediakan, yakni di Jalan Yos Sudarso dan kawasan parkir Pantai Boom, memang belum berjalan maksimal,” ujarnya.
Agus menjelaskan, salah satu kendala yang membuat lokasi baru sepi adalah jenis dagangan yang kurang variatif. Misalnya, di satu tempat ada sepuluh pedagang bakso atau minuman.
“Jadi monoton dan tidak menarik bagi pengunjung, apalagi peziarah yang datang,” katanya.
Eks Kadia Kopumdag ininmenilai, situasi ini harus menjadi evaluasi bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga para pedagang agar bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.
“Teman-teman PKL juga perlu berinovasi supaya dagangannya lebih diminati pembeli,” imbuhnya.
Pemkab Tuban, lanjut Agus, sebenarnya sudah melakukan pelatihan dua hingga tiga bulan lalu untuk membantu PKL meningkatkan kualitas produk. Namun, hasilnya belum maksimal.
“Pelatihan sudah kami lakukan, tapi belum semua pedagang menerapkannya. Kami harap ke depan ada perubahan,” tambahnya.
Meski begitu, Agus menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjaga kawasan Alun-alun sebagai ruang publik yang tertib, bersih, dan nyaman.
“Alun-alun sudah kita tata dengan baik dan mendapat apresiasi banyak pihak. Jadi penataan harus tetap berjalan, tapi kami tetap terbuka untuk mencari solusi terbaik bagi PKL,” pungkasnya.
Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) bersama mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban, Selasa (7/10/2025) sore.
Mereka menuntut agar pemerintah membuka kembali izin berjualan di kawasan Alun-alun Tuban yang selama hampir sepuluh bulan terakhir dinyatakan steril dari aktivitas PKL.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan poster berisi desakan agar Pemkab Tuban memberi solusi nyata bagi nasib para pedagang yang terdampak relokasi. Mereka menilai, lokasi pengganti yang disediakan pemerintah yakni area parkir Pantai Boom dan Jalan Yos Sudarso, tidak layak karena sepi pengunjung.
“Selama 10 bulan kami tidak bisa jualan di Alun-alun. Pendapatan turun drastis, bahkan ada yang cuma dapat Rp10 ribu per hari. Kami hanya minta keadilan, izinkan kami kembali berjualan,” ujar Ketua Umum PC PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah, usai menggelar aksi.
Menurutnya, sejak dipindahkan, para PKL merasa dibiarkan tanpa kejelasan. Upaya dialog dengan Pemkab dan DPRD pun disebut tak menghasilkan solusi.
“Bupati belum pernah menemui kami langsung. Yang mewakili hanya bilang Alun-alun harus steril. Jadi belum ada kepastian,” tambahnya.
Wafa menyebutkan, setidaknya ada sekitar 180 PKL yang menggantungkan hidup dari kawasan tersebut. Kini banyak di antaranya terpaksa berhutang atau menutup lapaknya karena sepinya pembeli di lokasi relokasi.
“Kalau terus dibiarkan, ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal keadilan bagi rakyat kecil,” tegasnya. PMII dan para PKL pun berencana akan menggelar aksi lanjutan jika pemerintah belum memberikan solusi konkret.
Menanggapi desakan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menyebut pemerintah memahami aspirasi para pedagang. Namun, menurutnya, penataan kawasan Alun-alun juga harus tetap dijaga agar tidak semrawut seperti sebelumnya.
“Kami menyadari tuntutan yang disampaikan. Tapi memang kami terbentur dengan masalah penataan lokasi. Dua titik relokasi yang disediakan, yakni di Jalan Yos Sudarso dan kawasan parkir Pantai Boom, memang belum berjalan maksimal,” ujarnya.
Agus menjelaskan, salah satu kendala yang membuat lokasi baru sepi adalah jenis dagangan yang kurang variatif. Misalnya, di satu tempat ada sepuluh pedagang bakso atau minuman.
“Jadi monoton dan tidak menarik bagi pengunjung, apalagi peziarah yang datang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








