SURABAYA, Tugujatim.id – Festival thrifting atau pakaian bekas terbesar digelar di Hall Jatim Expo Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya sejak Jumat (3/6/2022) sampai Minggu (12/6/2022) mendatang. Acara ini diinisiasi oleh Jawa Timur Thriting Shop Community.
Gelaran yang disebut J-FEST tersebut dilaksanakan untuk memanjakan masyarakat yang gemar membeli pakaian maupun barang bekas yang layak pakai dari beberapa merek ternama. Gelaran ini menghadirkan produk-produk luar negeri dengan merek-merek ternama seperti Dickies, Nike, Adidas, Puma, Calvin Clein, dst.
Nuh Satrio Prabu, Founder Jawa Timur Thrifting Shop (JTC) Surabaya, menyebutkan awal d mulainya J-FEST tersebut dari kesenangan dia bersama teman-temannya dalam bidang thrifting. Dari situ dia membuat suatu komunitas dan membuat festival untuk mengembangkan sayap thrifting.
“Awalnya saya yang gemar mengoleksi barang bekas dan membeli pakaian bekas. Dulu saya menjual dagangan saya masih dengan lesehan. Bergerak dari situ akhirnya link sesama penggiat thfritng inilah kami membuat suatu komunitas untuk mewadahi kami,” ucapnya saat ditemui pada Senin (6/6/2022).
Menurutnya, thrifting ini harus selalu dikembangkan mengingat banyak penggemar yang ingin berpenampilan modis dengan merek ternama tapi tidak ada dana untuk membeli yang baru.
“Thrifting ini kan harganya sangat murah dan masih bisa dijangkau masyarakat. Hampir seluruh masyarakat terutama Surabaya dan Jawa Timur ini ingin berpenampilan modis dan keren. Nah thrifting ini menjadi batu loncatan untuk mereka bisa bergaya keren, banyak merek-merek ternama yang mereka dapat dan beli dari kami,” katanya.
Dalam kesematan itu, Tio, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa event J-FEST ini dilaksanaka dua kali dalam setahun.
“Event J-FEST ini kami adakan dua kali dalam setahun. Pertengahan tahun seperti sekarang ini dan pada hari jadinya bulan November. Khusus untuk bulan November J-FEST sudah dapat dipastikan selalu diadakan sebagai pengingat hari jadi Komunitas Jawa Timur Thrifting Shop,” jelasnya.
Tio menambahkan Event J-FEST ini sudah kali ketiga diadakan. Sebelumnya dia bersama komunitasnya hanya berjualan secara online karena memang sedang ada pandemi.
“Kami dulunya hanya berjualan dengan sistem online melalui platform yang sudah ada. Namun adanya pandemi sudah mencapai 2 tahun membuat kami kolaps dan harus memutar otak untuk bagaimana caranya kami bisa berjualan. Dari teman-teman ada yang punya ide untuk mengadakan sebuah event yang isinya thrifting,” ujarnya.
Sementara itu, Ario Sindutama selaku humas JTC berharap Event J-FEST ini mampu menarik anak muda untuk membudidayakan pakaian bekas maupun barang yang layak pakai agar tidak dibuang.
“Saya berharap agar J-FEST ini menjadi daya tarik anak muda maupun siapapun itu yang gemar atau suka dengan barang bekas terutama pakaian seperti baju dan celana, dan juga untuk semua member JTC untuk selalu solid dan kompak serta terus memunculkan ide-ide gila selanjutnya,” pungkasnya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








