MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pihak Pemkab Mojokerto akan fokus pada sedikitnya 9 paket strategis untuk tahun anggaran 2026 ini. Paket proyek tersebut meliputi peningkatan Bendungan Wonokerto Tahap II, rehabilitasi GOR Mojosari, rekonstruksi dan pelebaran sejumlah ruas jalan strategis, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV, serta rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Kupang.
“Seluruh paket strategis ini kami harap terlaksana dengan prinsip 5T, yaitu tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran, serta tertib administrasi,” urai Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melalui keterangan resmi pada Rabu (07/01/2026).
Baca Juga: Waspada Penipuan! Hoax Jual Beli Sepeda Mewah Brompton Atas Nama Wakil Bupati Mojokerto
Bupati Albarraa melanjutkan, perhatian terhadap beberapa proyek strategis tersebut tidak lepas dari postur keuangan daerah pada 2025. Seperti, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) setempat hingga 31 Desember 2025 menembus angka Rp886,1 miliar alias 104,03 persen dari target yang ditetapkan. Sementara, realisasi belanja daerah mencapai 93,08 persen dari total anggaran sebesar Rp2,97 triliun.
IPM Meningkat Jadi 77,46 Persen
Sementara, dari performa makro sosial ekonomi, Kabupaten Mojokerto menunjukkan tren positif. Indeks pembangunan manusia (IPM) mengalami peningkatan menjadi 77,46, persentase penduduk miskin turun menjadi 8,79 persen; tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,49 persen; serta pertumbuhan ekonomi mencapai 6,05 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi dan nasional.
“Tahun 2025 sudah berakhir dan menjadi momen refleksi atas pengabdian yang telah kami lalui dengan berbagai prestasi yang patut disyukuri serta kekurangan yang harus dievaluasi secara jujur dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Albarraa.
Namun, untuk 2026 ini, keterbatasan fiskal akibat pemangkasan transfer dana dari pusat juga berimbas terhadap seluruh daerah, tidak terkecuali Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Pembangunan Jadi Prioritas, APBD Sidoarjo 2026 Resmi Disahkan Rp5,716 Triliun
Untuk itu, Bupati Albarraa menekankan pentingnya optimalisasi PAD, percepatan realisasi belanja tepat sasaran, serta inovasi dari setiap perangkat daerah. Dia juga mengingatkan agar setiap perangkat daerah mengurangi belanja operasional yang tidak esensial untuk dialihkan pada program unggulan yang bermanfaat langsung pada masyarakat.
“Prestasi yang diraih tahun lalu bukan tujuan utama, tapi menjadi motivasi agar kita terus meningkatkan daya saing dan terbiasa bekerja secara sistematis, efektif, dan efisien untuk kemanfaatan masyarakat,” tandas Bupati Albarraa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








