SIDOARJO, Tugujatim.id – Forkopimda Sidoarjo kompak fokus meningkatkan produktifitas jagung dalam mendukung mewujudkan semangat swasembada pangan nasional.
Mereka hadir dalam panen raya jagung serentak di Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Kamis (5/5) sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.
Deretan tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut yakni Bupati Sidoarjo H. Subandi, Kapolresta Kombes Pol. Christian Tobing, Dandim 0816 Letkol Inf. Dedyk Wahyu Widodo, Kepala Kejari Roy Rovalino Herudiansyah, hingga Wakil Ketua DPRD H. Kayan. Bukan sekadar simbolik, semua turun ke sawah dan hadir dengan komitmen dan kepedulian nyata terhadap masa depan pertanian lokal.
Kegiatan panen yang berlangsung di atas lahan seluas setengah hektare ini menjadi panen kedua yang digagas oleh Polresta Sidoarjo. Meski sederhana, maknanya begitu dalam: pertanian adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petani.

Bupati Subandi dalam sambutannya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Petani tidak boleh berjalan sendiri. Kami hadir untuk mendampingi dan memperkuat. Hari ini, 300 ton benih jagung kami serahkan kepada kelompok tani di Pangkemiri dan sekitarnya. Ini bagian dari ikhtiar bersama menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Bupati Subandi, di Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/5).
Komitmen serupa disampaikan oleh Kapolresta Christian Tobing, yang memaparkan bahwa Polresta Sidoarjo telah menjalankan program Klinik Tani. Melalui program ini, polisi tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi petani dari awal musim tanam hingga panen.
BACA JUGA: Bupati Sidoarjo Sidak Jalan Rusak Parah Desa Sebani, Ambil Langkah Cepat
“Kami ingin petani merasakan bahwa negara hadir di setiap langkah mereka. Mulai dari pupuk, bibit, hingga panen—semuanya harus dikawal dengan baik agar mereka tidak dirugikan,” tegas Kapolresta.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 330 hektare lahan jagung dan 15.000 hektare lahan padi di Sidoarjo, dengan produktivitas rata-rata mencapai 9 ton per hektare. Angka yang mencerminkan potensi besar Sidoarjo sebagai lumbung pangan daerah.
Salah satu strategi utama yang kini dikejar bersama Forkopimda adalah pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dan didukung penuh oleh Kapolri dan Kapolda Jatim, yang secara konkret telah memberikan bantuan bibit, pupuk, dan mendorong kerja sama pemerintah daerah dengan perusahaan swasta.
BACA JUGA: Pemkab Sidoarjo Genjot Revitalisasi Alun-alun, Target Rampung Dalam 210 Hari
Polresta Sidoarjo sendiri telah menjalin kolaborasi dengan pelaku industri pertanian seperti Jaffa Comfeed, sebagai upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan dan berbasis teknologi.
“Kolaborasi adalah kunci. Bila petani didampingi dengan ilmu dan teknologi, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa,” kata Christian Tobing penuh keyakinan.
Lebih dari sekadar panen jagung, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian lokal. Sebuah panen yang membawa harapan: bahwa masa depan Indonesia yang mandiri secara pangan, bisa dimulai dari desa-desa seperti Pangkemiri—asal semua pihak berjalan bersama.
Dengan gotong royong yang terjalin erat antara pemerintah, aparat keamanan, petani, legislatif, kejaksaan, dan swasta, Sidoarjo berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan dan menjadi daerah percontohan tingkat nasional dan berkelanjutan. (Adv).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fauzan Achmad
Editor: Darmadi Sasongko








