MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tahun ajaran baru tahun 2025/2026 tidak lama lagi akan dimulai. Meski begitu, formasi guru di Sekolah Rakyat Mojokerto belum juga jelas.
Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Hanafi Zuhri menjelaskan, pihaknya belum menerima jumlah kebutuhan guru di Sekolah Rakyat Mojokerto yang akan bertugas.
’’Belum dapat informasi baik dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau tim yang berwenang. Kuota resmi ditangani langsung antaraKemensos dan Kemendikdasmen,’’ terangnya, Sabtu (21/06/2025).
Baca Juga: Progres Terbaru soal Sekolah Rakyat Mojokerto, Begini Kata Pemkab
Idealnya formasi guru di Sekolah Rakyat Mojokerto sudah tuntas menjelang bergulirnya tahun ajaran baru. Sementara kebutuhan guru direkrut dari tenaga yang telah mengikuti seleksi ASN PPPK 2024 lalu.
”Rekrutmen guru dari tenaga yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi ASN PPPK tahun 2024, masuk dalam seleksi calon aparatur sipil negara (SSCASN). Guru Sekolah Rakyat juga mempunyai sertifikat bahasa Inggris serta sertifikat pendidik,’’ tandasnya.
Siswa Sementara Ditempatkan di Gedung Balai Diklat
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau Pesanggrahan PMKS Majapahit, Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/04/2025), sebagai lokasi usulan Sekolah Rakyat Mojokerto. Namun, untuk sementara, siswa yang sudah resmi mendaftar akan ditempatkan di aset milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto yakni Gedung Balai Diklat di Jl Raya Terusan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
“Kami sudah dapat rekomendasi. Untuk sementara kami tempatkan di Gedung Balai Diklat yang ada di Gedeg. Kalau murid yang ambil formulir daftar itu 150 orang, yang sudah pasti sekitar 30 orang,” ungkap Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa, Jumat (09/05/2025).
Bupati Al Barraa melanjutkan, Pemkab Mojokerto sejatinya telah mengusulkan lahan 3,5 hektare di wilayah Dawarblandong. Bahkan, lahan tersebut diproyeksikan bisa diperluas hingga 6 hektare.
“Kami siapkan itu, 3,5 hektare dan akan dimaksimalkan hingga 6 hektare agar memenuhi kebutuhan karena rencana ke depan untuk semua jenjang mulai SD hingga SMA, apalagi ini sistem asrama, butuh lahan luas,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








