JEMBER, Tugujatim.id – DPRD Kabupaten Jember memberikan apresiasi terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Jember. Penyampaian pandangan umum fraksi tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin (22/06/2026), dengan agenda pembahasan Nota Pengantar Bupati Jember.
Rapat turut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait bersama jajaran eksekutif dan anggota dewan.
Enam Raperda yang dibahas meliputi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, penyelenggaraan jaringan utilitas terpadu, cadangan pangan daerah, serta penguatan dua BUMD yakni Perumda Tirta Pandalungan dan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember.
Secara umum, fraksi-fraksi DPRD menilai regulasi tersebut memiliki urgensi penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan.
Tuntutan Pandangan Fraksi terhadap Raperda
Pandangan Fraksi PPP disampaikan oleh Intan Permatasari dari daerah pemilihan IV. Ia menilai seluruh Raperda tersebut relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam penguatan tata kelola pemerintahan.
“PPP memandang bahwa keseluruhan Raperda yang diajukan memiliki urgensi dan relevansi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah,” kata Intan.
PPP juga mengapresiasi capaian Pemkab Jember yang berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, serta peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah.
Namun, PPP menyoroti efektivitas belanja modal yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar dampaknya lebih dirasakan masyarakat.

Fraksi PKS melalui Ahmad Rusdan turut memberikan apresiasi atas capaian WTP dan tren positif indikator ekonomi daerah.
“Fraksi PKS memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI serta berbagai indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren positif,” kata Rusdan.
PKS menegaskan dukungan agar pembahasan enam Raperda dilakukan secara partisipatif, komprehensif, dan berbasis data.
Sementara itu, Fraksi Golkar Amanah mengapresiasi pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,47 persen serta keberhasilan mempertahankan WTP.
Fraksi NasDem yang diwakili oleh Kristian Andi Kurniawan juga menilai kinerja fiskal daerah menunjukkan kemajuan signifikan.
“Kami menilai bahwa capaian kinerja fiskal dan pembangunan daerah menunjukkan kemajuan signifikan,” kata Kristian.
Fraksi lainnya seperti PKB, PDI Perjuangan, dan Gerindra turut menyoroti pentingnya penguatan BUMD, ketahanan pangan, serta penataan jaringan utilitas terpadu.
Tanggapan Bupati Jember
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas masukan dan evaluasi terhadap enam Raperda tersebut.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap menindaklanjuti catatan legislatif demi penyempurnaan regulasi.

Terkait APBD 2025, Gus Fawait mengakui realisasi belanja modal yang baru mencapai 68,93 persen masih perlu evaluasi karena berdampak pada pembangunan infrastruktur.
“Hambatan teknis seperti proses pengadaan barang/jasa dan penyesuaian regulasi akan kami perbaiki melalui percepatan tender dan peningkatan kapasitas SDM,” ujar Gus Fawait.
Ia juga menjelaskan bahwa Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran sebesar Rp 648 miliar sebagian besar merupakan dana terikat yang tidak dapat dialihkan untuk program baru.
Di akhir penyampaian, Bupati Jember berharap seluruh Raperda dapat dibahas lebih lanjut secara mendalam melalui Panitia Khusus DPRD agar menghasilkan regulasi yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








