MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang meminta pemerintah kota (pemkot) mengkaji matang terkait rencana penggantian mobil dinas (mobdin) konvensional ke mobil listrik seiring kenaikan harga BBM. Diketahui, Pemkot Malang tengah berupaya mengkaji agar anggaran APBD bisa efisien dan tepat sasaran, salah satunya soal anggaran BBM kendaraan dinas.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan, penggunaan mobil listrik memang dapat menjadi salah satu alternatif solusi efisiensi anggaran. Dia menyebut sah-sah saja dilaksanakan jika peralihan kendaraan dinas itu bisa lebih efisien atau menghemat biaya BBM dan perawatan kendaraan dinas saat ini secara signifikan.
Baca Juga: Velodrom Mangkrak, DPRD Kota Malang Desak Pemkot dan Pemprov Beri Kepastian Tata Kelola
“Kalau kajiannya ternyata memang jauh, artinya memang betul-betul signifikan efisiensinya, ya sah-sah saja untuk dilaksanakan,” kata Amithya.
Namun, dia menekankan, keputusan tersebut harus didasarkan pada penghitungan yang matang. Bagi dia, setiap kebijakan tidak boleh diterapkan secara serampangan.
“Pastinya itu perlu penghitungan yang sangat matang dan rigid. Apakah kemudian dengan mengganti mobil saat ini menjadi mobil listrik bisa menjadi solusi dan seberapa banyak efisiensinya,” ujarnya.
Untuk itu, dengan tegas dia berpesan agar pemerintah benar-benar dapat menghitung secara rinci perbandingan biaya antara kendaraan konvensional dan mobil listrik. Sebab, hal ini juga berkaitan dengan kekuatan APBD Kota Malang saat beralih ke kendaraan berbahan bakar non fosil.
Menurut dia, penggantian kendaraan dinas tidak hanya menyangkut satu atau dua unit kendaraan. Jumlah kendaraan yang cukup banyak membuat kebutuhan anggaran juga menjadi pertimbangan penting.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Malang Adu Skill di Meja Domino 2026: Demokrasi Tak Melulu Harus di Ruang Formal
“Kami harus melihat apakah APBD mampu mengcover kebutuhan itu semua. Ini perlu dihitung kembali secara matang,” tuturnya.
Meski begitu, dia juga mengingatkan Pemkot Malang untuk tidak terpaku pada satu sektor dalam upaya melakukan efisiensi anggaran. Dia mengatakan, Pemkot Malang masih memiliki berbagai pilihan lain untuk melakukan efisiensi di berbagai sektor.
“Ketika memang bisa dilakukan dari hal lain efisiensinya ya kenapa tidak. Mungkin itu (kendaraan listrik) salah satu pilihan saja dari berbagai macam pilihan. Kalau kami memang bisa mengencangkan ikat pinggang dari satu sumber itu saja ya tidak apa-apa. Tapi kalau efisiensinya tidak terlalu besar, mari dicari sumber efisiensi yang lain,” tandasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








