Gadis Berpayung Hitam

Gadis Berpayung Hitam

  • Bagikan
Ilustrasi puisi Gadis Berpayung Hitam/tugu jatim
Ilustrasi puisi Gadis Berpayung Hitam. (Foto: Pixabay)

Oleh: Welas Sri Mulyati*

Tugujatim.id – Malam itu, koridor-koridor panjang ia susuri

Bunyi roda yang berdecit

Mengejar waktu

Tapi malam itu, waktu terlampau jauh melaju

Rapalan do’a berselimut luka memenuhi langit-langit

Dengan hati yang terus menjerit

 

Pagi ini,

Pandangannya meredup

Binar di matanya sudah mati

Terganti pandangan kosong mengiris hati

Ia jatuh terduduk

Mencengkram gaun hitamnya yang kotor oleh tanah merah yang masih basah

Ia menghirup semua elegi

Menyesakkan dada bagi siapa saja pelakunya

 

Tidak,

Ia tidak menangis

Matanya tidak berair

Seluruhnya telah habis di malam itu

Tapi percayalah

Hatinya terus meronta

Menuntut keadilan

Mengapa harus sosok itu yang pergi?

 

Gadis itu berteriak dengan suara paraunya

Meminta penjelasan pada awan, pada hujan, pada langit

Namun takdir telah berkata

Bahwa superheronya telah pergi

 

Langkahnya gontai menuju rumah

Teringat nasihat yang disampaikan dengan senyum ramah

Ia akan bangkit

Ia akan mewujudkan cita

Agar sosok di sana tersenyum bangga melihatnya.

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi

  • Bagikan