• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bank Sampah Desa Pacarkeling.

Perwakilan KSM Gempar, PT Amerta Indah Otsuka, dan Pemkab Pasuruan saat meninjau lokasi bank sampah di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kota Pasuruan, Selasa (13/12/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Geliat Bank Sampah Desa Pacarkeling Pasuruan, Ubah Kebiasaan Buang Sampah Jadi Cuan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Keberadaan bank sampah Desa Pacarkeling di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, membawa dampak besar bagi pola hidup warga setempat. Kebiasaan warga membuang sampah sembarangan perlahan berganti dengan antusiasme menghasilkan cuan dengan menabung sampah.

Gerakan menabung sampah di Bank Sampah Desa Pacarkeling ini digerakkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gerakan Membangun Pacarkeling (Gempar). Geliat bank sampah ini didukung pula lewat program CSR PT Amerta Indah Otsuka yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

You might also like

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM
Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

29/05/2026 8:14 PM

Ketua KSM Gempar Edi Suntoro mengakui memang tidak mudah untuk menyadarkan masyarakat akan menjaga kebersihan lingkungan.

Bank Sampah Desa Pacarkeling.
Kondisi bank sampah di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kota Pasuruan, Selasa (13/12/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

“Dulu, warga tidak sungkan kalau buang sampah sembarang,” ujar Edi saat peresmian bank sampah Desa Pacarkeling pada Selasa (13/12/2022).

Sejak 2021, KSM Gempar terus mengedukasi warga terkait manfaat menabung di bank sampah. Lambat laun anggapan sampah yang kerap dianggap sebagai limbah mulai sirna.

Warga kini sadar, sampah masih punya nilai ekonomis dan diubah menjadi cuan. Warga juga merasakan manfaat karena kampungnya semakin bersih.

Menurut Edi, kini sudah ada 268 orang yang terdaftar sebagai nasabah bank sampah.

“Sekarang bank sampahnya sudah jalan di dua dusun, yaitu Dusun Bawang sama Dusun Krajan, tapi tiga dusun lain sudah ada yang tertarik ikut,” ungkapnya.

Sementara itu, Corporate Communication Director PT Amerta Indah Otsuka Sudarmadi Widodo mengatakan sampah sudah menjadi isu dan permasalahan lingkungan yang nyata di hampir semua daerah. Menurut dia, ribuan ton sampah kerap mencemari lingkungan, terutama perairan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Melalui program Otsuka Eco Village, pihaknya memfasilitasi pembangunan bank sampah di Desa Pacarkeling.

“Untuk mekanisme pencatatannya, masyarakat bisa memilah sampah secara mandiri dari rumah dan membawa sampah non organik yang memiliki nilai jual ke Bank Sampah Gempar,” ujar Sudarmadi.

Bank Sampah Desa Pacarkeling.
Perwakilan KSM Gempar, PT Amerta Indah Otsuka, dan Pemkab Pasuruan di bank sampah Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kota Pasuruan, Selasa (13/12/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Tidak hanya dibangunkan bank sampah, masyarakat juga diberikan edukasi dan pelatihan terkait bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan sesuai standar. Termasuk menyediakan sarana dan prasarana tempat sampah hingga alat pengangkut sampah.

Sudarmadi juga merencanakan akan memberikan pelatihan budi daya ulat maggot yang dinilai bisa mengurai sampah-sampah anorganik. Nantinya ulat maggot bisa dijual kembali atau dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak ikan lele.

“Kami berharap dapat mengubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan benar secara mandiri,” imbuhnya.

Pendirian bank sampah Desa Pacarkeling ini pun diapresiasi secara positif oleh Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron. Dia menyatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah bank sampah di setiap desa lewat program Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB).

“Kami menyadari untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik dibutuhkan peran aktif masyarakat dan dukungan sektor lain, termasuk pihak swasta,” ungkapnya.

Perwakilam Consulate General of Japan di Surabaya Takeyama Kenichi berharap dengan adanya bank sampah di Desa Pacarkeling ini bisa menjadi role model dan ditiru di daerah-daerah lain. Dia melanjutkan, tidak hanya di wilayah Kabupaten Pasuruan, tapi juga di berbagai daerah lain di Jawa Timur.

“Saya mewakili Pemerintah Jepang berharap program ini terus berlanjut bahkan memunculkan perusahaan atau daerah yang mengadopsi program seperti ini sehingga terus memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan untuk bumi yang lebih baik,” ujarnya.

Tags: Atasi permasalahan sampahBank Sampah Desa PacarkelingBank Sampah Desa Pacarkeling Pasuruanbank sampah di jatimBank Sampah di Kabupaten PasuruanBerita Kabupaten Pasuruan hari iniBerita manfaatkan sampahGerakan pemilihan sampahKabupaten Pasuruan hari iniPengurus bank sampah
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Tuban

UMKM Perempuan di Tuban Mulai Berkembang Lewat Pendampingan Usaha

by Mochamad Abdurrochim
25/05/2026 4:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah pelaku usaha rumahan perempuan di Tuban mulai menunjukkan perkembangan usaha setelah mendapat pendampingan berkelanjutan melalui program...

Next Post
Angka kecelakaan di Tuban.

Angka Kecelakaan di Tuban Naik, 1.245 Kasus Tercatat selama Januari-November 2022

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID