MALANG, Tugujatim.id – Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra Rimzah berjanji akan menyampaikan seluruh tuntutan mahasiswa kepada pimpinan partai di tingkat pusat. Bahkan, dia mempersilakan massa aksi datang dengan jumlah 10 kali lebih banyak apabila dalam tiga hari tidak ada perkembangan atas aspirasi yang telah disampaikan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menemui ratusan mahasiswa yang menggelar aksi #IndonesiaGawatDarurat di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (15/06/2026). Dia memastikan seluruh tuntutan mahasiswa akan diteruskan kepada pimpinan partai di tingkat pusat.
“Yang pasti hari ini akan kami sampaikan. Maksimal tiga hari kalian akan mendapat update dari hasil surat yang kami sampaikan hari ini,” ujarnya.
Baca Juga: Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih
Dia juga menjamin adanya bukti penerimaan aspirasi yang akan diumumkan melalui media sosial Gerindra Kota Malang maupun DPRD Kota Malang. Menurut dia, apabila dalam tiga hari tidak ada perkembangan, mahasiswa dipersilakan untuk kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar.
“Saya sampaikan, pada saat kalian semua sudah menerima tanda terima, jika kami tidak mengunggah perkembangannya, kalian datang 10 kali lebih banyak,” katanya yang langsung disambut sorak peserta aksi.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang tersebut menegaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra sekaligus Ketua DPC Gerindra Kota Malang bertanggung jawab memastikan seluruh tuntutan mahasiswa sampai kepada pimpinan partai di tingkat pusat.
“Bukan hanya kami terima (aspirasi), kami akan kirimkan langsung kepada pimpinan kami di pusat. Saya sendiri akan bertanggung jawab tuntutan kalian semua sampai di tingkat pusat,” ujarnya.
Gerindra Minta Maaf atas Kegaduhan Kebijakan Pusat
Dalam kesempatan itu, Rimzah juga menyampaikan permintaan maaf atas berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami dari Fraksi Gerindra meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi pada hari-hari kemarin,” katanya.
Dia mengaku memahami keresahan masyarakat terhadap sejumlah program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih yang turut menjadi tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut.
“Sekali lagi saya mewakili Gerindra Kota Malang meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi pada saat adanya kebijakan-kebijakan dari pusat yang kurang sempurna,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang menggelar aksi #IndonesiaGawatDarurat di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (15/06/2026). Mereka membawa lima tuntutan, mulai dari efisiensi dan transparansi APBN, penurunan harga BBM, penghentian program MBG dan Koperasi Merah Putih, penolakan dwifungsi ABRI dan Polri, hingga mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Niken Sari
Editor: Dwi Lindawati








